Social Media

Share this page on:

Tetap Kokoh, Ini Deretan Bangunan Tua Warisan Kolonial Belanda di Malang

21-06-2018 - 08:41
ilustrasi (Pixabay)
ilustrasi (Pixabay)

MALANGTIMES - Malang menjadi salah satu daerah warisan kolonial Hindia Belanda. Jadi tak heran jika ada banyak bangunan bersejarah bernuansa Eropa yang mampu berdiri kokoh sampai sekarang. 

Jejak bangunan tua itu sampai sekarang dapat ditemui di berbagai sudut Kota dan Kabupaten Malang.

Meski tak banyak, namun ada beberapa bangunan heritage cantik yang mampu menarik wisatawan. Terutama wisatawan asing yang memang sengaja datang untuk bernostalgia.

Berikut ini beberapa bangunan heritage di Malang yang kini menjadi ikon tersendiri.

1. Hotel Pelangi

Hotel Pelangi Malang (Traveloka)

Bangunan pertama ini banyak menyimpan kenangan. Sebagai bangunan heritage, hotel bintang dua ini memiliki bentuk bangunan klasik dan unik.

Sama halnya dengan Hotel Tugu, Hotel Pelangi juga banyak menjadi jujukan wisatawan yang ingin bernostalgia. Karena hotel ini juga menjadi salah satu saksi bisu, proses pembangunan kota pendidikan ini.

Bentuk bangunan Hotel Pelangi sendiri saat ini masih bisa dinikmati sesuai dengan bangun aslinya. Karena sangking originalnya, Hotel Pelangi juga dijadikan sebagai salah satu ikon Kota Malang sebagai kota heritage.

Di sana, lantai dan juga temboknya masih sama dengan saat pertama kali dibangun. Bahkan, ada beberapa peninggalan yang memang sangat utuh. Sehingga, banyak wisatawan yang senang berkunjung untuk mampir makan, meski tak menginap di sana. Karena selain mempertahankan bentuk asli dari bangunan, Hotel Pelangi juga menyuguhkan aneka hidangan khas yang sudah ada sejak masa kolonial Belanda.

2. Hotel Tugu

Hotel Tugu (TuguHotels)

Bangunan Hotel Tugu ini memang sampai sekarang tetap mempertahankan keasliannya. Meskipun terus dilakukan perawatan, tapi nyatanya bentuk asli dari hotel bintang lina itu tak banyak berubah. Tak heran, banyak wisatawan domestik ataupun mancanegara tang tertarik untuk menginap ataupun sekadar makan malam atau makan siang di sana.

Desain eksterior maupun interior hotel yang tak memiliki banyak kamar ini tetap menyuguhkan suasana jadul. Begitu memasuki lobby utama, interior bangunan yang bisa ditemui kebanyakan terbuat dari kayu. Ornamen jadul mulai dari lukisan hingga bentuk vas dan pot bunganya pun masih bertahan seperti awal mula dibangun.

Terletak di kawasan jantung kota, tepatnya berada si samping Balaikota Malang, Hotel Tugu tak jarang juga menjadi salah satu ikon wisata dari kota yang juga berjuluk sebagai kota bunga ini. Para turis yang datang, terutama mereka yang ingin bernostalgia tentang Malang di jaman dulu, lebih senang menginap di hotel ini.

Selain menyuguhkan sederet fasilitas layaknya hotel berbintang lima yang ada di Indonesia, Hotel Tugu juga memiliki keistimewaan lain. Diantaranya menyuguhkan barang-barang antik yang usianya sudah ratusan tahun. Mulai dari lukisan, hingga hiasan rumah dan dinding yang menakjubkan.

3. ‎Toko Oen

Toko Oen (Seputar Malang)

Selanjutnya ada Toko Oen. Rumah makan ini sudah pasti nggak asing bagi banyak kalangan. Terutama untuk mereka para pecinta kuliner. Karena kebanyakan, para Foodies ataupun traveler akan memasukkan Toko Oen dalam agenda pencarian mereka.

Selain masih menyuguhkan olahan khas kolonial Belanda, Toko Oen juga mempertahankan keaslian dari desain eksterior dan interiornya. Jika dilihat dari luar, sudah pasti bangunan ini sangat berbeda dengan bangunan yang berkembang di sisi kanan dan kirinya. Warna dari bangunan pun masih sama, menonjolkan warna putih dengan sentuhan hijau muda.

Di bagian dalam, tembok, lantai, serta desain interiornya masih sama. Semua menggunakan elemen kayu dan etalase kaca. Tulisan selamat datang pun terpampang dengan jelas dengan kehadiran kursi dan meja jadulnya. Semua tampak masih sama, dan pas untuk oara pelancong yang menyukai cerita sejarah ataupun mereka yang ingin bernostalgia.

4. ‎Hotel Niagara

Hotel Niagara (Travelingyuk.com)

Hotel Niagara didirikan pada tahun 1918. Sampai sekarang, hotel yang berada di kawasan Kabupaten Malang itu masih tetap berdiri seperti saat pertama kali didirikan. Selain dikenal sebagai hotel yang memiliki keangkeran, hotel ini juga dikenal sebagai hotel dengan bentuk bangunannya yang khas.

Mengangkat nuansa campuran Brasil, Belanda, Tiongkok, dan Victoria, bangunan hotel ini memang cukup tinggi dengan warna merah bata. Meski tampak tak begitu elit layaknya bangunan hotel lain, tapi bentuk bangunan yang ditawarkan masih membuat banyak wisatawan tertarik untuk menginap di sana.


Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha


Top