Social Media

Share this page on:

Pakta Integritas Siap Diluncurkan, Ada Sanksi Bagi Kasek SMP Tak Berprestasi

23-06-2018 - 10:14
Kadisdik Kabupaten Malang M Hidayat saat menyampaikan pihaknya akan segera meluncurkan pakta integritas kepada seluruh Kasek SMP di wilayahnya dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di tahun depan (Nana/MalangTIMES)
Kadisdik Kabupaten Malang M Hidayat saat menyampaikan pihaknya akan segera meluncurkan pakta integritas kepada seluruh Kasek SMP di wilayahnya dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di tahun depan (Nana/MalangTIMES)

MALANGTIMES – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang bersiap untuk meluncurkan strategi baru dalam meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat sekolah menengah. 

Strategi yang akan diambil oleh Disdik tersebut berupa pakta integritas bagi seluruh Kepala Sekolah (Kasek) SMP yang ada dibawah wewenangnya.

Untuk berlomba-lomba memajukan kualitas pendidikan Kabupaten Malang di tahun depan.

Pata integritas yang akan diluncurkan tersebut, nantinya juga akan mencantumkan suatu sanksi bagi Kasek. Apabila target yang telah ditetapkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani antara Kasek dengan Kepala Disdik Kabupaten Malang tidak terpenuhi.

Menurut M Hidayat Kepala Disdik Kabupaten Malang, sanksi tersebut nantinya bisa berupa mutasi kasek atau sanksi lainnya.

“Sanksi yang nanti akan kita cantumkan dalam surat pernyataan bermaterai dan ditandatangani disesuaikan dengan isi klausul. Bisa berupa mutasi atau bahkan yang lebih keras pengunduran diri sebagai guru. Apabila target untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolahnya tidak tercapai,” kata Dayat-sapaan Kadisdik Kabupaten Malang, Sabtu (23/6/2018) kepada MalangTIMES.

Dayat melanjutkan, bahwa rencana peluncuran pakta integritas tersebut dalam upaya membangun komitmen bersama antara Kasek SMP dengan pihaknya dalam meningkatkan kualitas dan prestasi pendidikan di Kabupaten Malang yang beberapa tahun belakangan terbilang anjlok di mata Jawa Timur (Jatim).

Karena, lanjut Dayat, tanpa komitmen bersama antara Disdik dan Kepsek, maka dunia pendidikan tidak akan berjalan optimal dan menghasilkan prestasi.

Sedangkan mengenai target yang nantinya wajib diraih oleh Kasek SMP, Disdik menetapkan adanya kenaikan prestasi dalam Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) minimal lima grade  (tingkat) dengan kondisi saat ini.

“Ambil contoh SMPN  1 Kepanjen dengan rangking 12  saat ini, maka setelah pakta integritas ini berjalan wajib di tahun depannya berada minimal di posisi 7. Ini nanti yang akan disepakati oleh kami dengan Kasek saat penandatanganan pakta integritas. Kalau ternyata tidak tercapai maka sanksi akan diberlakukan sesuai dengan yang disepakati,” terang Dayat.

Disinggung mengenai sosialisasi program tersebut terhadap seluruh Kasek SMP baik negeri maupun swasta dengan jumlah 326. Dimana SMP Negeri sejumlah 97 dan swasta 229 sesuai data Dapodik tahun 2017/2018.

Dayat mengatakan untuk secara formal, pihaknya belum melakukan sosialisasi secara langsung. Tapi, lanjutnya, di dalam rapat Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) hal tersebut telah disampaikan dan mendapat respon positif.

“Secara lisan pun para Kasek mengapreasiasi program ini. Tapi tentunya yang lebih baik secara formal. Secepatnya kami akan mengundang seluruh Kasek SMP untuk melakukan sosialisasi,” ujar Dayat.

Target dengan adanya pakta integritas tersebut, tujuan awalnya selain untuk menyamakan frekuensi dalam kerja keras membangun pendidikan juga sebagai ruang evaluasi terarah bagi Disdik  kepada seluruh Kasek SMP di wilayahnya.

Ada indikator yang jelas dan tercantum secara tertulis dalam pakta integritas sebagai stimulus semangat bagi seluruh Kasek untuk berlomba-lomba meningkatkan prestasi dan kualitas pendidikan di sekolahnya masing-masing.

Indikator keberhasilan Kasek nantinya terlihat jelas dalam capaian UNBK di tahun depannya. Walaupun, masih menurut Dayat, nilai UNBK bukan satu-satunya faktor keberhasilan suatu pendidikan.

“Tapi nilai UNBK masih menjadi satu parameter kesuksesan pendidikan. Sedangkan target secara umum di tingkat Kabupaten adalah naiknya posisi pendidikan di 10 besar Jatim. Minimal, tahun depan juga secara kualitas rata-rata ada peningkatan nilai. Misal tahun ini nilainya 8 maka tahun depan rata-rata naik menjadi 8,5 atau 9,” terangnya.

Di ujung pembicaraan, Kadisdik yang mantan wartawan ini juga mengatakan, bahwa penerapan sanksi dalam pakta integritas tidak serta merta dan kaku dilaksanakan tahun depan.

“Tetap mempertimbangkan berbagai faktor di sekolahan yang ada. Baik kesanggupan maupun kemampuan sekolah masing-masing,” pungkas Dayat kepada 


Pewarta : Dede Nana
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah


Top