Social Media

Share this page on:

Wali Kota Batu: Film Darah Biru Arema Bangkitkan Jiwa Malangisme

28-06-2018 - 11:30
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko (tengah) bersama pemain film Darah Biru Arema serta Aremania Batu dan Malang usai melihat film di Dinoyo Mall, Rabu (27/6/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko (tengah) bersama pemain film Darah Biru Arema serta Aremania Batu dan Malang usai melihat film di Dinoyo Mall, Rabu (27/6/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

MALANGTIMES - Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengapresiasi film berjudul Darah Biru Arema. Melalui film ini, Dewanti menilai jiwa Malangisme dibangkitkan. Karena itu, warga Malang Raya harus bangga terhadap film tersebut.

"Kalau kita di Indonesia, ada jiwa nasionalisme. Ini (film Darah Biru Arema), jiwa Malangisme dibangkitkan dan kita harus bangga untuk itu," kata Dewanti usai melihat film tersebut di Dinoyo Mall, Rabu (27/6/2018).

Menurut Dewanti, dalam film yang menceritakan tentang Aremania ini, memang banyak orang Malang yang sukses di luar kota karena saling peduli dan tolong-menolong.

Jadi, Arema bukan hanya sepak bola, tetapi juga tentang kebersamaan dan Ngalamisme. Ada tidaknya bola, jiwa itu melekat dengan Aremania. "Film ini bisa menjadikan motivasi untuk berkarya dengan fasilitas dan biaya minim tapi bisa berkarya. Di bidang apa pun yang kreatif," imbuhnya. 

Ia menambahkan film ini bukan Arema atau sepak bolanya, tapi jiwa Arema seutuhnya. Dewanti juga mendorong agar bangga menjadi arek Malang. Tentunya juga harus bisa membuat orang Malang terkenal di dunia dengan karya-karya seperti ini. 

"Semoga karya-karya anak muda ini bisa berkirprah di luar Kota Malang hingga dikenal oleh masyarakat luar. Karena memang karyanya luar biasa," puji politisi PDIP ini.

Dewanti menonton film ini tidak sendiri. Dia bersama pemain film Darah Biru Arema serta Aremania Batu dan Malang. Ia bangga bahwa anak muda Malang mampu membuat karya yang menarik untuk ditonton dengan durasi 110 menit ini. (*)


Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah


Top