Social Media

Share this page on:

Klojen, Dulu Jadi Benteng Ternama Masa Kolonial Belanda

28-06-2018 - 13:21
foto istimewa (gowista)
foto istimewa (gowista)

MALANGTIMES - Kota Malang dalam sejarahnya tercatat sebagai salah satu kawasan yang dihuni bangsa Belanda selama masa kolonialisme. Sederet orang asing pun sengaja membuat hunian khusus di beberapa titik sebelum Malang ditetapkan sebagai gementee.

Kawasan tertutup yang hanya dihuni golongan tertentu itu dulu dikenal sebagai benteng, yaitu sebuah pemukiman yang didalamnya terdapat berbagai fasilitas mulai dari pasar hingga tempat tinggal atau rumah.

Penduduk yang bisa masuk ke dalam gerbang haruslah yang memiliki izin. Benteng sengaja dibuat dengan tembok tinggi untuk memisahkan diri dari penduduk asli.

Alasannya, kolonial Belanda saat itu memandang budaya dan kebiasaan Bumiputera sangat berbeda. Sehingga mereka memisahkan diri dengan penduduk asli. 

Dosen Jurusan Sejarah Universitas Negeri Malang Ronal Ridhai menyampaikan, Kota Malang sendiri memiliki sebuah benteng terkenal yang berdiri kokoh sekitar tahun 1767. Benteng tersebut berada di daerah yang kini bernama Klojen. Namun benteng tak bertahan cukup lama karena kawasan tersebut pada akhirnya berubah fungsi menjadi rumah sakit militer pada tahun 1800 an. "Klojen itu sendiri berasal dari kata Loge, yang dalam bahasa Belanda berarti benteng," katan Ronal.

Benteng sendiri saat itu dinilai sebagai sebuah istana. Di dalamnya terdapat berbagai macam fasilitas seperti tempat tinggal atau perumahan hingga pasar. Kawasan permukiman pun dibuat layaknya pemukiman yang dibuat di Belanda. "Benteng tersebut tepatnya berada di kawasan aliran Sungai Brantas atau yang kini berada di sekitaran RSUD Saiful Anwar," imbuhnya.

Dalam perkembangannya, daerah militer yang sebelumnya menempati wilayah tersebut bergeser ke wilayah timur yang sekarang merupakan daerah Rampal. Sampai dengan tahun 1969-an, pada akhirnya wilayah Klojen terbagi pada dua kawasan, yaitu Klojen Lor dan Klojen Kidul. Sedangkan wilayah Klojen yang dikenal saat ini dulunya dikenal sebagai Klojen Lor.

Tak lama, benteng kedua sempat di bangun di kawasan Klojen Kidul atau yang seorang dikenal sebagai wilayah Kidul Dalem. Tidak jauh dari situ juga terdapat wilayah lain yang menggunakan nama Klojen, yaitu di wilayah sekitar Kayutangan yang pada masa lalu disebut juga sebagai Klojen Leddok (*).


Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah


Top