Social Media

Share this page on:

Proyek Perumahan Obrak-abrik Lahan Pertanian (10)

Tunjukkan Izin Lokasi, Pengembang Green Stone Tampik Disebut Ilegal

30-06-2018 - 19:13
Penanggungjawab legal PT Noto Joyo Nusantara Nuryahman SH (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)
Penanggungjawab legal PT Noto Joyo Nusantara Nuryahman SH (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)

Proyek Perumahan Obrak-abrik Lahan Pertanian (10)

MALANGTIMES - PT Noto Joyo Nusantara, pengembang Perumahan Green Stone Tegalgondo menolak proyek mereka disebut ilegal. Penanggungjawab legal PT Noto Joyo Nusantara, Nuryahman SH menunjukkan salinan izin lokasi yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang kepada MalangTIMES, Sabtu (30/6/2018).

Pihaknya mengaku telah memperoleh izin pendirian perumahan di wilayah Desa Tegalgondo dan desa Ampeldento.

Izin itu, kata Nur, berupa Surat Keputusan Bupati Malang Nomor 188.45/99/KEP/35.07.013/2018 tentang izin lokasi untuk perolehan tanah, pengalihan hak dan penanaman modal. Surat itu ditujukan atas nama Abdul Khalim bertindak untuk dan atas nama PT Noto Joyo Nusantara.

"Masalah perizinan perumahan kami yang selama ini ramai diberitakan ilegal itu tidak benar. Karena kami telah menempuh jalur sesuai aturan yang berlaku di Kabupaten Malang khususnya pengurusan perizinan proyek perumahan," jelas dia saat ditemui MalangTIMES, Sabtu (30/6/2018).

Adanya izin  untuk proyek Perumahan Green Stone sebelumnya juga sudah pernah disinggung oleh Wakil Direktur PT Noto Joyo Nusantara, Salman Al Farisy.

Pada berita MalangTIMES judul 'Terkait Izin Green Stone, Camat Karangploso: Kami Tidak Keluarkan Surat Pengantar IPPT' tertanggal 27 Juni 2018, Salman menyatakan seluruh perizinan telah clear dan tidak ada masalah. Tapi kala itu, Salman tidak memberikan bukti surat perizinan.

Akan tetapi, Nur, sapaan akrab Nuryahman SH dengan tegas mengungkapkan pihaknya memang menemui kendala terkait proses perizinan. Ini terkait warga Desa Tegalgondo.

Dalam wawancaranya dengan MalangTIMES, Nur mengakui memang ada perizinan yang masih berjalan.

"Memang ada izin yang masih belum selesai. Jadi ada izin penggunaan tanah, Izin Mendirikan bangunan (IMB), dan termasuk nantinya untuk site plan. Karena kan untuk memperoleh izin itu ada syaratnya, Mbak" ungkap dia.

Nur mengatakan terkait beberapa izin yang belum beres bukan berarti proyek perumahan Green Stone ilegal. Izin itu kata dia terus diproses.

"Perlu ada syaratnya karena kan gini namanya pengusaha kan harus menyesuaikan dengan harga tanah juga terhadap produk perumahan yang nanti kita jual. Dan menghadapi pemilik tanah di Desa Tegalgondo itu tidak mudah, Mbak. Kan ada yang butuh ada yang tidak," terangnya.

Lantas dengan belum adanya izin yang masih tertahan mengapa bisa mereka mulai menggarap proyek ini?

Nur beralasan izin yang dikeluarkan adalah untuk lahan seluas lima hektar dari total 8,5 hektar proyek perumahan Green Stone. "Total proyek kita kan ada 8,5 hektar. Yang sudah dapat izin itu adalah empat sampai lima hektar. Sisanya izin masih berjalan," tuturnya.

Lebih lanjut, disinggung mengenai pernyataan sikap dinas-dinas terkait di Kabupaten Malang yang menyatakan Green Stone ilegal Nur menanggapi dengan tenang.

Ia mengatakan pada tahapan perizinan yakni peninjauan lokasi, pihaknya menyatakan telah dilakukan oleh Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK).

"Saya juga tidak mengerti padahal saat peninjauan itu ada kok orang dari Dinas Cipta Karya. Lalu pada saat rapat juga ada Kepala Desa dan Camat. Tapi waktu rapat saya tidak ikut," aku Nur.

Sayang, saat MalangTIMES menanyakan dokumentasi berupa gambar atau video tentang peninjauan lokasi dan rapat yang dimaksud Nur tidak dapat menunjukkan. Ia beralasan bukan ia yang mengambil dokumentasi.

Klarifikasi pengembang hunian Green Stone tak hanya datang dari penanggungjawab legal mereka, Wakil Direktur PT Noto Joyo Nusantara Salman Al Farisy juga mulai mau buka suara. Simak pada tulisan MalangTIMES selanjutnya. (*)

 


Pewarta : Wahida Rahmania Arifah
Editor : Heryanto
Publisher : Aditya Fachril Bayu


Top