Social Media

Share this page on:

Musim Nikah, Penjualan Wedding Ring Meningkat

02-07-2018 - 13:27
Staf Toko Emas Bulan Purnama Malang menunjukkan salah satu desain wedding ring yang banyak dipesan pasangan calon pengantin. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Staf Toko Emas Bulan Purnama Malang menunjukkan salah satu desain wedding ring yang banyak dipesan pasangan calon pengantin. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Selepas bulan Ramadhan, penjualan emas perhiasan di Kota Malang melonjak. Masyarakat berduyun-duyun membeli wedding ring atau cincin pernikahan sebagai mahar. Pasalnya, sepanjang Syawal sejumlah umat Islam dan masyarakat Jawa memercayai sebagai bulan baik untuk menyelenggarakan prosesi pernikahan.

Hal tersebut membuat permintaan cincin di sejumlah toko emas di Kota Malang meningkat. Salah satunya di Toko Emas Bulan Purnama di kawasan Pasar Besar Kota Malang. Staff Bulan Purnama, Yuli Anto mengatakan, penjualan wedding ring mengalami peningkatan semenjak dua bulan tetakhir. Tren tersebut juga diperkirakan masih akan berlanjut hingga satu bulan mendatang. "Sejak awal bulan puasa, Syawal, hingga bulan Besar kan musimnya nikah, pesenan wedding ring juga banyak," ujar Yuli.

Dibandingkan hari-hari biasa, peningkatan penjualan kurang lebih sebesar 30 persen. "Sehari-hari biasanya sekitar lima pasang cincin. Tapi kalau bulan-bulan ini bisa sampai 10-20 pasang cincin," urainya. Yuli menjelaskan, pihaknya memang memproduksi lebih banyak cincin nikah. "Kebanyakan wedding ring itu pesan jauh-jauh hari. Karena kan modelnya khusus dan by order," jelasnya.

Para pembeli, lanjutnya, biasanya menyesuaikan dengan keinginan pasangan untuk menentukan desain cincin nikah. Pihaknya juga telah menyediakan ratusan desain contoh yang bisa dipilih. Namun, rata-rata pembeli meminta adanya sentuhan personal mulai dari grafir nama maupun desain tertentu. Harga wedding ring tersebut pun menyesuaikan harga emas yang belaku. "Kalau emas muda kurang lebih Rp 325 ribu per gram. Kalau wedding ring Rp 520 ribu per gram. Harganya disesuaikan dengan ukuran jari dan model," kata dia. Sebagai service, pihaknya memberikan bonus kotak cincin sesuai permintaan customer. 

Hal yang sama juga dialami Toko Emas Maju di Pasar Bunulrejo. Setiap hari, rata-rata penjualan cincin pernikahan sekitar 10 pasang. "Kalau Syawal seperti ini memang banyak yang cari. Tapi ada juga pembeli yang sudah pesan saat harga emas sedang turun," ujar Wiwid, salah satu staf toko. Menurutnya, rata-rata pasangan muda memilih desain yang simpel. Mereka juga menyesuaikan perpaduan cincin emas putih untuk mempelai wanita dan perak untuk mempelai laki-laki. "Kan sebagian menganggap kalau laki-laki nggak boleh pakai emas, jadi biasanya nggak pakai emas tapi perak," jelasnya.

Sementara itu, salah satu pembeli wedding ring mengungkapkan dirinya masih mencari desain yang sesuai dengan anggaran. "Masih nyari-nyari di beberapa toko, pinginnya yang sesuai sama budget. Kalau bisa juga desain sendiri," ujar Ayu, pembeli asal Lawang.

Ditemui bersama pasangannya di Pasar Besar Kota Malang, Ayu mengaku sengaja membeli cincin tak jauh dari hari pernikahannya. "InsyaAllah pertengahan Juli ini, sengaja ndadak karena masih ngumpulkan dana sekaligus biar ukuran cincinnya pas. Apalagi setelah puasa kemarin kan berat badannya turun banyak," urainya.

 


Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : A Yahya
Publisher : Raafi Prapandha


Top