Social Media

Share this page on:

Lebih Murah, Tarif Kereta Api Jarak Jauh Bersubsidi Mulai Diberlakukan

02-07-2018 - 19:38
Ilustrasi kereta api yang tengah berangkat dari Stasiun Kotabaru Malang beberapa waktu lalu. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Ilustrasi kereta api yang tengah berangkat dari Stasiun Kotabaru Malang beberapa waktu lalu. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pengguna moda transportasi kereta api makin dimanjakan. Pasalnya, PT Kereta Api Indonesia (KAI Persero) telah memberlakukan tarif parsial untuk kereta api (KA) ekonomi jarak sedang maupun jauh yang bersubsidi. Penyesuaian harga tersebut mulai berlaku per 1 Juli 2018 kemarin. 

Manajer Humas Daerah Operasional (Daop) 8 Surabaya, Gatut Sutiyatmoko mengatakan, mulai keberangkatan tanggal 1 Juli 2018, tarif beberapa KA ekonomi mengalami penyesuaian. Terutama untuk KA bersubsidi jarak jauh dan sedang, berupa pemberlakuan tarif parsial. 

Menurut Gatut, hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan RI No. 31 tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Perhubungan No 113 Tahun 2017 tentang Tarif Angkutan Orang dengan Kereta Api Pelayanan Kelas Ekonomi untuk Melaksanakan Kewajiban Pelayanan Publik (PSO). "Pemberlakuan tarif parsial ini merupakan bentuk penyesuaian terhadap jarak tempuh KA. Pada peraturan sebelumnya, penumpang diharuskan membayar dengan tarif yang flat," ujarnya.

Gatut menyampaikan, penyesuaian tarif ini diharapkan semakin memudahkan masyarakat untuk bepergian. Meskipun menggunakan KA ekonomi bersubsidi, pelayanan yang diberikan tetap sama tanpa dikurangi. Dia menerangkan, untuk KA-KA yang melewati wilayah Daop 8 Surabaya terdapat 8 rute perjalanan KA yang mengalami penyesuaian tarif. 

Untuk Stasiun Malang Kota Baru sendiri terdapat dua KA yang mengalami penyesuaian tarif. Yakni KA Matarmaja (Malang-Pasar Senen) yang sebelumnya Rp 109 ribu menjadi Rp 103 ribu dan KA Tawangalun (Malang-Banyuwangi) yang sebelumnya Rp 62 ribu, per 1 juli menjadi Rp 58 ribu. 

Dia menjelaskan, khusus penumpang yang terlanjur membeli tiket KA-KA tersebut dengan tarif yang lebih tinggi, dapat mengambil selisih bea di stasiun tujuan penumpang dengan menunjukkan boarding pass atau e-boarding pass, serta kartu identitas aslinya kepada petugas loket. "Batas maksimal pengambilan bea sampai dengan tiga hari setelah jadwal kedatangan KA," tegasnya.


Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah


Top