Social Media

Share this page on:

Buka Festival Panji Nusantara, Plt Wali Kota Malang Ungkap Soal Kawasan Prioritas

03-07-2018 - 10:39
Plt Wali Kota Malang Sutiaji saat membuka Festival Panji Nusantara 2018 di halaman Taman Krida Budaya Jawa Timur. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Plt Wali Kota Malang Sutiaji saat membuka Festival Panji Nusantara 2018 di halaman Taman Krida Budaya Jawa Timur. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES- Kemeriahan Festival Panji Nusantara 2018 langsung terlihat di malam pembukaan.

Ribuan penonton dan tamu undangan memenuhi area sekitar panggung pertunjukan di halaman Taman Krida Budaya Jawa Timur, Senin (2/7/2018) malam.

Saat memberi sambutan sekaligus membuka festival itu, Plt Wali Kota Malang Sutiaji mengungkapkan soal terpilihnya Malang sebagai kawasan prioritas kebudayaan. 

"Besok Kota Malang menjadi satu dari enam kabupaten/kota di Indonesia yang mendapat penghargaan atau disepakati sebagai prioritas dalam hal pemakmuran dan kemajuan kebudayaan daerah," ujar Sutiaji yang disambut tepuk tangan hadirin.

Menurutnya, hal tersebut setelah Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berhasil menyusun Pokok-Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD).

Rencananya, pencanangan dan penyematan kawasan prioritas itu bakal diberikan langsung oleh Mendikbud Muhadjir Effendy.

Mengenai Festival Panji Nusantara 2018 yang pertama kali digelar di Kota Malang itu, Sutiaji mengungkapkan apresiasi. Terutama atas kerja sama strategis antara pemkot, pemerintah provinsi dan pusat sehingga gelaran internasional itu terlaksana.

Menurutnya, kolaborasi tersebut juga sekaligusa memenuhi amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Budaya. 

Terlebih, lanjut Sutiaji, kisah Panji dari Jawa Timur mengandung kearifan lokal (local wisdom) yang bisa dijadikan indikator kurikulum pendidikan. Mulai dari toleransi, akulturasi budaya, nilai-nilai spiritual, cinta lingkungan, dan lain sebagainya. 

"Melalui kegiatan ini, harapannya mampu mengukir sebuah peristiwa lokal yang menginspirasi karakter bangsa. Mudah-mudahan mampu mengantarkan Indonesia dan berbicara dalam kancah internasional," paparnya.

Pertunjukan seni tiga negara itu pun dibuka dengan sendratari Ontran-Ontran Gunung Wilis yang dibawakan kelompok seni Malang Ganesha. Dikisahkan tentang Panji Handoko Putro yang memboyong Dewi Tunjung Sari untuk dijadikan istri.

Sayangnya, meski Panji sangat cinta tetapi bertepuk sebelah tangan karena Dewi mencintai pria lain. Meski ditolak tetapi Panji tak patah arang. Akhirnya, Dewi bersedia asalkan Panji sanggup mengalirkan air dari Gunung Wilis ke taman keputriannya.

Dilanjutkan penampilan dari delegasi Kamboja yang membawakan tari klasik Inao. Tarian itu menceritakan pertemuan antara Pangeran Siyakra putra Raja Daha dengan Jenderal Pannyi (Panji) dan saudara angkatnya Sangkhanmorta.

Sementara delegasi Thailand membawakan tarian klasik Lhakon Nai atau Inao-Inao yang juga merupakan bagian dari kisah Panji. 

 


Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha


Top