Social Media

Share this page on:

Hitung Suara Tingkat Kota Malang, Sutiaji-Sofyan Edi dan Khofifah-Emil Dinyatakan Menang

06-07-2018 - 08:21
Proses penghitungan suara tingkat kota untuk Pilwali Malang dan Pilgub Jatim yang berlangsung di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang. (Istimewa)
Proses penghitungan suara tingkat kota untuk Pilwali Malang dan Pilgub Jatim yang berlangsung di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang. (Istimewa)

MALANGTIMES - Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Malang nomor urut tiga Sutiaji dan Sofyan Edi Jarwoko keluar sebagai pemenang dalam hasil hitung tingkat kota yang dilakukan di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang pada Kamis (5/7/2018).

Dari hasil hitung akhir itu, tim yang dikenal dengan jargon Sae tersebut berhasil memperoleh suara sebesar 44,54 persen atau sebanyak 165.194 suara. Pasangan ini disusul M. Anton dan Syamsul Mahmud dengan perolehan suara sebesar 135.710 atau 36,59 dari total suara sah.

Sedangkan paslon nomor urut satu Yaqud Ananda Gudban dan Wanedi mendapat perolehan suara sebanyak 69.973 atau 18,87 persen suara. Dari hasil rekapitulasi tersebut, KPU mencatat ada 397.822 total surat suara yang masuk.

"Suara sah untuk Pilwali Kota Malang tercatat sebanyak 370.877 suara. Sedangkan tidak sah mencapai 26.945," kata Ketua KPU Kota Malang Zaenudin kepada wartawan, Kamis (5/7/2018).

Sementara hasil rekapitulasi tingkat Kota Malang untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim, pasangan nomor urut satu Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak menduduki posisi pertama dengan perolehan 199.054 suara. Sedangkan pasangan nomor urut dua Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno mendapatkan 180.818 suara. 

"Jumlah suara pemilih Pilgub sebanyak 398.568. Jumlah suara sah sebanyak 379.872. Sedangkan suara tidak sah mencapai 18.696 suara,” papar Zaenuddin.

Hasil rekapitulasi itu akan dibawa dalam rekapitulasi tingkat Provinsi Jawa Timur. Selama proses rekapitulasi, dia menilai telah berjalan lancar. Meski begitu ada beberapa catatan yang harus dievaluasi KPU. 

"Seperti tingkat partisipasi masyarakat yang hanya 65 persen dan kurang dari target serta distribusi undangan C6 atau undangan memilih yang tak terdistribusi dengan berbagai alasan dan mencapai 24 ribu form," pungkas pria berkacamata itu. (*)


Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha


Top