Social Media

Share this page on:

Beragam Kritikan Politik Menyambut Pemilu Dipamerkan dalam Goresan Tinta di Galeri Raos

09-07-2018 - 09:14
Salah satu pengunjung sedang menikmati karya dalam pameran Neopolitikum di Galeri Raos. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Salah satu pengunjung sedang menikmati karya dalam pameran Neopolitikum di Galeri Raos. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

 Beragam bentuk kritikan politik dituangkan dalam 20 karya oleh 16 perupa asal Gresik dengan isu-isu menarik di Galeri Raos. Tema pameran yang diangkat yakni Neopolitikum disuguhkan kepada masyarakat Kota Batu dan wisatawan. 

Untuk kali pertama, pameran kalaborasi 16 perupa itu mewarnai Galeri Raos dengan beragam aliran. Goresan tinta berwarna-warni diekspresikan dalam sebuah kanvas yang cukup besar dalam menyambut Pemilihan Umum 2019 mendatang.

Ekspresi sebuah kritik itu misalnya lukisan bendera Merah Putih bertuliskan nama presiden Indonesia saat ini, Joko Widodo. Karya lainnya yang dipamerkan berjudul ‘Tribute Susi’. Karya ini digoreskan di atas kanvas berukuran 140 x 40 sentimeter. Lalu ‘Di Balik Permainan Sang Raja’ yang dilukis di atas kanvas berukuran 150 x 190 sentimeter. 

Hingga sebuah karya kalaborasi 13 perupa asal Gresik bertema Leadership In Politic ‘Win or Lose’ berukuran 180 x 120 sentimeter. Juga beragam aliran dituangkan dalam setiap karakter perupa dalam pameran ini.

Pameran itu cukup membuat para pelajar dan masyarakat tertarik untuk datang ke Galeri Raos. Banyak dari mereka memberikan apresiasi terhadap karya-karya yang dipamerkan.

Sekjen Galeri Seni Rupa Gresik M. Natsir Amrullah mengatakan, pameran Neopolitikum merupakan fungsi kritik dan pengawasan terhadap kondisi politik saat ini. Sebab, politik menjadi hal yang sangat penting dalam berbagai kehidupan dan menjadi bagian dalam hidup manusia.

“Untuk saat ini, kami tidak bisa lepas dari hal politik. Sebuah kepemimpinan tak luput dari hal itu. Karena itu, kami ingin berbagi bersama masyarakat di sini. Bahwa inilah ekspresi kami terkait politik Indonesia,” kata Natsir. 

Seni pun juga tidak bisa lepas dari politik. Karena itulah, beragam goresan tersebut dituangkan dalam sebuah  lukisan yang cukup menarik untuk diulas. “Pandangan kami dituangkan karena melihat sebentar lagi ada pemilu. Sehingga kami menggambarkan dan mengingatkan kepada masyarakat,” imbuh Natsir. 

Hal tersebut sangat cocok dipamerkan dan disuguhkan kepada warga Kota Batu. Pasalnya, respons penonton yang datang cukup bagus sehingga ini menjadi pilihan perupa Gresik untuk mengadakan pameran di Kota Batu. (*)


Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Batu TIMES (Jatim TIMES Network)


Top