Social Media

Share this page on:

5 Kejadian Curanmor yang Berakhir Konyol di Kawasan Kota Malang

10-07-2018 - 12:22
Ilustrasi maling motor (ist)
Ilustrasi maling motor (ist)

MALANGTIMES - Kejadian-kejadian aksi pencurian motor, memang sangat meresahkan, utamanya kejadian yang terjadi di Kota Malang. Bahkan, modus-modus pencuriannya pun juga semakin berkembang layaknya ilmu pengetahuan yang terus update.

Namun dari beberapa aksi, terdapat pencurian yang dirangkum MalangTIMES menjadi sebuah aksi pencurian kendaraan bermotor yang tergolong konyol.

Pertama, kejadian aksi curanmor di Jalan Simpang Untung Sudiro, RT 6, RW 4, Cemorokandang, Kedungkandang, Kota Malang (21/4/2018). Bayangkan saja, betapa tidak konyol, satu pelaku mencuri motor tersebut dengan menggotong motor matic korban dari lorong rumah hingga ke depan halaman.

Bahkan, meskipun harus melewati dua pintu keluar yang agak sempit, pelaku tetap saja nekat hingga akhirnya aksinya malah ketahuan oleh sang pemilik. Tak pelak, dari aksinya yang ketahuan tersebut, berbuah aksi masa warga yang geram. Hingga akhirnya pelaku dirawat di rumah sakit hingga menjemput ajal.

Selanjutnya, aksi curanmor yang cukup konyol terjadi di Jalan Tenaga Utara, Kelurahan Purwantoro, Blimbing, Kota Malang. Di sana, pelaku curanmor beraksi dengan menyaru sebagai petugas pengamanan alias satpam, (29/6/2018).

Bahkan untuk mendukung aksinya, pelaku menggunakan seragam persis dengan satpam asli. Dengan celana taktis, pakaian biru gelap dan sepatu PDH, aksinya hampir saja berjalan mulus. Namun, ya tentunya warga sekitar bukanlah orang yang tidak cerdas. Meskipun dengan berpakaian seragam satpam, warga tetap saja curiga melihat gelagat pelaku yang terlihat mengutak-atik kunci kontak sepeda motor.

Lagi-lagi aksi pelaku juga berujung konyol. Tanpa menunggu lama, wargapun langsung meneriakinya maling sampai akhirnya pelaku menikmati puluhan bogem mentah warga hingga wajahnya berhias luka dan diamankan pihak kepolisian.

Kemudian, aksi curanmor ketiga yang tak kalah konyol adalah, aksi curanmor di Jalan Janti Utara, RT 6/RW 9, Kelurahan Bendungrejosari, Sukun, Kota Malang. Di situ, pelaku curanmor berhasil menggasak sebuah mobil, (2/7/2018). Namun yang lucu, mobil yang digasak bukanlah sebuah mobil keluaran terbaru seperti yang berjejer di samping mobil yang dicuri, melainkan sebuah mobil tua bekas angkot keluaran tahun 1994.

Dan hal itu membuat sang pemilik bernama Bambang heran. Pasalnya jika dijual, mobil tersebut, tentunya tak akan laku. Selain itu, kondisi mesinnyapun seakan ibarat peribahasa hidup segan mati tak mau. Karena itu, pemiliknya begitu heran dengan aksi curanmor tersebut.

Dan aksi keempat, terjadi di lingkungan kampus Universitas Negeri Malang (UM). Berawal dari satpam sewot saat ditanya memberikan jawaban tidak mengenakkan, Honda Beat nopol N 3688 ABB milik Diah Ayu (20) mahasiswi UM yang diparkir dan ditinggal pergi study tour ke Surabaya hilang digasak maling (27/5/2018).

Kejadian tersebut bermula ketika pagi hari sekitar pukul 07.00, korban masuk ke kampus UM dan mencari tempat parkir. Saat tiba di tempat parkir yang ada satpamnya,  Diah bertanya apakah parkirnya sampai pukul 20.00 WIB. Setelah mendapatkan jawaban tidak mengenakkan, akhirnya iapun pergi mencari tempat parkir lain.

Saat itu ia parkir di gedung UKM, karena di sana juga terlihat banyak sepeda motor. Selepas parkir, kemudian korban langsung berangkat bersama temannya ke Surabaya. Namun apes, selepas pulang sekir pukul 20.00 wib, motor korban sudah tidak berada pada tempatnya. Meskipun sudah bertanya kesana kemari, tetap saja tidak ada yang mengetahui keberadaan motor miliknya.

Terakhir aksi curanmor kelima. Gegara pelaku menjual motor curiannya lewat jual beli online, akhirnya petugas pun berhasil membekuk pelaku yang bernama Yosep. Mungkin saja, pelaku yang merupakan warga Bareng Raya, Kecamatan Klojen, Kota Malang ini berpikiran konyol mengira polisi gapktek atau kurang canggih dalam hal teknologi.

Pasalnya setelah mencuri motor di kawasan Kepuh, Kecamtan Sukun Kota Malang, ia malah menjual motor tersebut melalui situs jual beli online dengan ciri-ciri motor yang tidak diubah. Terang saja petugas kepolisian yang memiliki unit Cyber Crime, yang selalu memantau pergerakan situs jual beli online langsung dengan mudah mengetahui aksi pelaku. Apes-apes. Ya mungkin saja pak polisi dikira nggak pernah main jual beli online.

Pembaca MalangTIMES, berikut tadi peristiwa aksi curanmor yang berakhir konyol di Kota Malang. Simak terus berita-berita menarik MalangTIMES lainnya.


Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah


Top