Social Media

Share this page on:

Polisi Akhirnya Bekuk Pelaku Pencurian dan Pembacokan Modus Tanya Tempat Tambal Ban

10-07-2018 - 17:19
Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri SH MH, saat menunjukkan barang bukti hp rampasan (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)
Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri SH MH, saat menunjukkan barang bukti hp rampasan (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Polres Malang Kota, berhasil menangkap pelaku pencurian dengan pemberatan (Curat) usai melakukan aksinya merampas Hp milik Richard Febrian (16) warga Jalan S Parman VI nomer 59, RT 3 RW 23, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Kejadian tersebut bermula, ketika korban asik duduk sendirian di taman depan Museum  Brawijaya Malang pada 1 Juli 2018 sekitar pukul 02.00 wib. Saat sedang duduk itu, tiba-tiba saja datang dua pelaku Muchamad Agus Arifin (20) warga Muharto gang VII, RT 8 RW 10, Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang dan juga MY.

"Saat itu, pelaku MA ini awalnya berpura-pura bertanya tempat tambal ban, namun selanjutnya, tersangka langsung melakukan aksinya," ungkap Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri (10/7/2018).

Lanjutnya, karena korban tidak mau memberikan Hp miliknya kepada tersangka, kemudian tersangka langsung mengeluarkan senjata tajam yang ia bawa. Tanpa basa-basi tersangka langsung membacok korban dengan celurit hingga korban mengalami luka yang cukup parah.

"Korban mengalami luka-luka pada tangan kanan dan bibir. Pelaku langsung kabur setelah mendapatkan Hp milik korban," bebernya

Kemudian, Hp milik korban, dijual oleh pelaku melalui seorang temannya bernama Slamet Pribadi (27) warga Muharto gang V, Rt 5 Rw 10, Kedungkandang, Kota Malang. "Hp korban dijual seharga Rp 800 ribu oleh pelaku," paparnya.

Setelah itu, selanjutnya dari laporan korban dan ciri-ciri yang sudah diketahui, petugas melakukan penyelidikan dan berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku Mochamad Agus Arifin maupun teman yang membantu menjualkan barang bukti tersebut di kediamannya. 

"Pelaku ditangkap di rumahnya, pada 7 Juli 2018 sekitar pukul 02.00 wib. Namun untuk satu teman pelaku lainnya, saat ini masih buron, barang bukti celurit juga dibawa rekan pelaku," ungkapnya.

Petugas saat ini juga masih terus melakukan pendalaman terhadap pelaku apakah terkait dengan kasus kejahatan lainnya atau tidak. "Pelaku terancam pasal 363 tentang pencurian dengan pemberatan dengan hukuman penjara minimal 9 tahun penjara," ucapnya.


Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha


Top