Social Media

Share this page on:

Dor!! Akhirnya Polisi Tembak Tiga Bandit Pencuri Uang di Tiga TKP di Kota Malang

10-07-2018 - 18:29
Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri SH MH menunjukkan barang bukti sarana yang digunakan para pelaku untuk menjalankan aksinya (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)
Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri SH MH menunjukkan barang bukti sarana yang digunakan para pelaku untuk menjalankan aksinya (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)

MALANGTIMES -Tiga dari tujuh pelaku pencurian dengan modus pecah ban dan cukit jok motor yang berhasil menggasak uang berjumlah Rp 400 juta dari tiga TKP di Kota Malang, berhasil dibekuk Tim Hunter Makota yang diback up penuh oleh Unit Jatanras Polda Jatim. 

Petugas membekuk ketiga pelaku di kawasan Kota Malang. Ketiga pelaku pun diberikan tindakan tegas dengan dihadiahi timah panas akibat melawan petugas saat akan ditangkap.

Ketiga pelaku yang berhasil ditangkap yakni, Ahmad Anis (38) warga Kedungsolo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Adi Irawan (32) warga Lubuk Lingau Barat, Sumatra Selatan dan Andi Gustiawan (30) warga Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. Sedangkan empat rekan pelaku lainnya berinisial IJ, ME, MA dan HW masih buron.

Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri SH MH mengungkapkan, bahwa kasus ini terungkap berawal dari laporan korban bernama AS (56) warga Jalan Danau Matana XII, F2 C-10, Rt 9 Rw 12, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Agus sebelumnya pada 5 Juli 2018, menjadi korban dari tujuh pelaku setelah mengambil uang dari sebuah bank di kawasan Jalan Kawi sebesar Rp 100 juta. Kemudian oleh korban uang tersebut diletakkan di dalam jok motor miliknya, setelah itu korban pun pulang.

Saat sampai di rumah, korban akhirnya memarkirkan motor miliknya di depan rumah. Setelah itu, korban masuk ke dalam rumah. Tak lama korban keluar rumah untuk mengambil uang di dalam jok motor miliknya. Namun alangkah kagetnya korban saat akan mengambil uang tersebut, korban mendapati jok milikmya dalam keadaan kosong.

"Para pelaku ini sebelumnya sudah memantau korban semejak korban mengambil uang di bank. Ketujuh pelaku ini mempunyai peran masing-masing," beber Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri SH MH.

Lanjut Kapolres, peran masing-masing pelaku diawali dari berangkat bersama-sama dari rumah kontrakan MS di Perum Karangjati, Pasuruan menuju Kota Malang mencari sasaran pencurian. 

Setelah sampai di Kota Malang tersangka ME mengajak rekan- rekannya untuk menuju sebuah bank di kawasan Jalan Kawi. Setelah berada di depan bank kemudian tersangka MA dan tersangka HW masuk ke dalam bank untuk mencari target nasabah yang mengambil uang dalam jumlah besar.

Begitu mendapatkan sasaran, pelaku MA dan pelaku HW menginformasikan kepada tersangka ME ciri-ciri korban dan kendaraan yang dikendarai oleh korban. Setelah korban keluar selanjutnya para pelaku bersama-sama mengikuti korban dari belakang sampai di rumah korban.

"Sampai di rumah korban parkir lalu masuk ke dalam, dua pelaku yakni IJ dan ME langsung masuk ke rumah dan mengambil uang korban di dalam jok motor sementara pelaku lain mengawasi sekitar, setelah berhasil mereka  kabur," beber Kapolres berperawakan tinggi itu.

Saat dalam pelarian, para pelaku juga sudah menyiapkan strategi agar beberapa pelaku berperan untuk menghalang-halangi jika terdapat orang yang mengejar mereka. 

"Dari hasil pendalaman para pelaku sudah beraksi di 3 TKP, di sebuah toko bangunan di kawasan Soekarno-hatta, Lowokwaru, Kota Malang, kedua di sebuah rumah makan di Jalan Danau Maninjau, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang dan yang ketiga di Jalan Danau Matana, Sawojajar, Kota Malang rumah korban AS," bebernya. 

Sementara itu dari penangkapan tiga tersangka ini, petugas berhasil mengamankan tiga sepeda motor, yakni Honda Supra GTR 150 cc warna hotam bernopol N 5789 KC, CBR 150 cc bernopol B 3574 UBP  dan Yamaha Mio bernopol N 2346 TAA.

"Dua sepeda motor tersebut merupakan sarana mereka, namun satu sepeda motor dibeli dari hasil kejahatan. Selain itu juga diamankan uang tunai Rp 1 juta. Saat ini pengejaran terhadap pelaku lainnya terus dilakukan," pungkasnya.


Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha


Top