Social Media

Share this page on:

Hadiri IDF 2018, Plt Wali Kota Malang Tekankan Pentingnya Konektivitas OPD

10-07-2018 - 18:53
Plt Wali Kota Malang Sutiaji (tengah) saat berbincang dengan Gubernur Jatim Soekarwo (kiri) di sela gelaran IDF 2018 di Jakarta. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)
Plt Wali Kota Malang Sutiaji (tengah) saat berbincang dengan Gubernur Jatim Soekarwo (kiri) di sela gelaran IDF 2018 di Jakarta. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES -Plt Wali Kota Malang Sutiaji menegaskan pentingnya membangun konektivitas program-program yang dirancang oleh seluruh organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Hal itu disampaikannya di sela menghadiri acara Indonesia Development Forum (IDF) 2018 di Mega Kuningan, Jakarta. 

Menurut Sutiaji, capaian program pembangunan daerah akan maksimal bila semua OPD terkoneksi, saling melengkapi dan menguatkan. "Tidak bisa dan tidak boleh berjalan sendiri-sendiri," ujar pria yang akan dikukuhkan menjadi Wali Kota Malang masa bhakti 2018-2023, September mendatang. 

Didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Wasto, Sutiaji juga menekankan pentingnya kemandirian daerah. "Kota Malang jangan hanya menengadah kucuran dana dari pusat. Tapi harus mampu memaksimalkan potensi daerah dalam upaya membangun kemandirian anggaran. Itu yang akan saya pacu kepada OPD maupun perusahaan daerah," tegasnya. 

Pernyataan Sutiaji tersebut merespon slogan Inspire, Imagine, Innovate and Iniate yang menjadi spirit dalam IDF 2018. Gelaran tersebut diselenggarakan oleh Kementerian PPN/Bappenas dan berlokasi di ballroom Hotel Ritz Calrton. Acara juga dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.

Diikuti gubernur dan wali kota/bupati se Indonesia, IDF 2018 merupakan gelaran yang ke dua kalinya setelah digagas serta dihelat pada 2017 lalu. Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brojonegoro menginformasikan, kegiatan tahun ini mengangkat tema Terobosan untuk Mengatasi Kesenjangan Antarwilayah di Seluruh Nusantara. Tujuannya, mewadahi pemerintah Indonesia, akademisi, masyarakat sipil, mitra pembangunan dan masyarakat secara umum untuk mengumpulkan perspektif pembangunan lintas disiplin. 

Tema tersebut dijabarkan ke dalam tujuh sub tema yakni (1) pengembangan pusat pertumbuhan (2) upaya mengurangi kesenjangan daerah tertinggal dan perbatasan (3) perbaikan pelayanan dasar untuk mengurangi kesenjangan wilayah (4) memanfaatkan potensi ekonomi digital untuk mendorong pembangunan daerah (5) penguatan konektivitas Indonesia sebagai negara kepulauan  (6) inovasi dalam tata kelola pemerintah daerah, serta (7) pengoptimalan sumber pendanaan pembangunan.

"Memerangi ketimpangan untuk menuju pembangunan lebih baik yang menjadi tema di tahun kemarin, menjadi titik ungkit pemilihan tema IDF 2018 dengan konsentrasi aktualisasi Nawa Cita ke -3 dari Presiden Jokowi,  yakni membangun Indonesia dari pinggiran," tutur Bambang Brojonegoro. 

Sementara, HE. Gary Quinlan, Dubes Australia untuk Indonesia menyatakan bahwa NKRI merupakan negara yang memiliki budaya demokrasi yang kuat dan kekayaan budaya serta kepulauan dari Sabang sampai Merauke.  Pertumbuhan pembangunan ekonomi menjadi hal penting bagi Pemerintah Australia sebagai mitra strategis. Kehadiran khusus Pemerintah Australia dalam perhelatan IDF 2018, karena kegiatan ini juga ditopang oleh Knowledge Sector Iniviative, sebuah lembaga jejaring pembangunan Australia. 

Ada pun Wapres Jusuf Kalla mengingatkan perjalanan sejarah,  bahwa munculnya pemberontakan, gerakan separatis dan upaya memisahkan diri dari NKRI seperti Peristiwa NII Permesta dan gerakan Aceh Merdeka, lebih banyak disebabkan karena ketimpangan ekonomi. "Maka bagaimana memajukan pembangunan daerah pinggiran, tertinggal, terbelakang, menjadi fokus pemerintah. Bukan hal mudah tapi harus dilakukan," tegas JK.
 


Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha


Top