Social Media

Share this page on:

Produksi Gula Kabupaten Malang Tak Banyak Diminati, Petani Tebu Bisa Merugi

10-07-2018 - 19:52
Bupati Malang Rendra Kresena (kenakan kemeja putih dan kopiah hitam) (Pipit Anggraeni)
Bupati Malang Rendra Kresena (kenakan kemeja putih dan kopiah hitam) (Pipit Anggraeni)

MALANGTIMES - Bupati Malang Rendra Kresna menyebut bahwa saat ini produkai gula yang dihasilkan dua pabrik gula di Kabupaten Malang tak banyak diminati. Hal itu dinilai mengkhawatirkan, terutama bagi para petani tebu.

"Dua kali penggilingan, gula masih belum terbeli," katanya saat berbincang dengan akademisi ITB di sela-sela kegiatan bina desa yang berlangsung di Desa Kucur, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Selasa (10/7/2018).

Minat yang menurun terhadap produksi gula itu dilatarbelakangi melemahnya harga jual gula. Jika terus berlanjut, Rendra khawatir petani tebu akan beralih menanam tanaman lain yang lebih menguntungkan.

Akibatnya, dua pabrik akan berhenti beroperasi lantaran kekurangan bahan baku. Alhasil, produksi gula berkurang dan terjadi kekurangan di berbagai daerah. Apalagi, produksi gula di Kabupaten Malang saat ini mampu memenuhi 50 persen kebutuhan di Jawa Timur.

"Nanti kalau ditutup, ada alasan untuk mengimpor gula. Susah nanti kalau sampai itu terjadi," ujar Rendra.

Dalam lelang terakhir yang dilakukan, harga jual gula tertinggi sebesar Rp 9.900. Padahal, harga yang ditetapkan petani adalah Rp 9.700. Sehingga Rendra khawatir petani ogah untuk menanam tebu. (*)


Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha


Top