Social Media

Share this page on:

Kabupaten Malang Miliki Satu Lagi Wisata Unik, Museum Recycle B-Walk

10-07-2018 - 20:03
Bupati Malang, Dr H Rendra Kresna melakukan penandatanganan peresmian Museum Ho Bottles B-Walk, Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. (foto : Imam Syafii/MalangTIMES)
Bupati Malang, Dr H Rendra Kresna melakukan penandatanganan peresmian Museum Ho Bottles B-Walk, Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. (foto : Imam Syafii/MalangTIMES)

MALANGTIMES -Berbicara tentang pariwisata di wilayah Kabupaten Malang tak ada habisnya, kenapa? Karena wilayah Kabupaten Malang memiliki berbagai macam potensi wisata seperti pantai, gunung, alam dan edukasi. Terbaru ada satu wisata edukasi lagi yang baru diresmikan Bupati Malang Dr H Rendra Kresna, Selasa (10/7/2018), yakni Museum Recycle B-Walk.

Wisata yang berlokasi di Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang ini memiliki keunikan wisata tersendiri dengan wisata lainnya. Sebab di sini menyuguhkan berbagai macam produk olahan daur ulang dari botol bekas disulap menjadi kerajinan yang memiliki nilai jual ekonomi.

Wisata B-Walk ini sangat cocok untuk wisata keluarga dan anak-anak. Pasalnya di tempat ini berbagai fasilitas bisa dinikmati pengunjung diantaranya flying fox, rumah kurcaci anak, taman bermain, dan foto selfie bersama robot yang terbuat dari botol bekas.

Selain itu Museum Recycle B-Walk juga menyuguhkan berbagai macam produk mobil-mobilan yang terbuat dari botol plastik yang dibumbui dengan beranekaragam warna yang menarik.

Pengunjung juga bisa berfoto selfie berlatar belakang produk kerajinan olahan botol bekas yang menempel di dinding museum recycle tersebut.

Dalam kunjungannya Bupati Malang, Dr H Rendra Kresna mengatakan wisata edukasi ini sangat cocok untuk memberikan pembelajaran bagaimana cara membuat botol bekas menjadi suatu kerajinan yang sangat menarik.

"Kami sangat nengapresiasi kepada anak-anak di sini mereka senang bisa belajar dan bermain, bagaimana cara mengolah sampah daur ulang berbahan botol plastik menjadi sebuah kerajinan," kata Rendra Kresna usai meresmikan wisata Museum Recycle B-Walk dalam rangkaian acara Bina Desa Kucur, Kecamatan Dau.

Hadirnya wisata edukasi ini Rendra Kresna sangat mendukung tidak hanya sekadar berwisata tapi ada nilai tambah pendidikan bagi anak-anak untuk mengenalkan sampah bisa menjadi barang yang berguna.

"Saya sangat mendukung sekali wisata ini, pengelola dan pengunjung bisa dilatih terampil mengolah sampah plastik lewat kreativitasnya," ungkap pria nomor satu di Pemerintahan Kabupaten Malang itu.

Menurutnya dari hasil sampah plastik yang dikelola tesebut ada nilai jual ekonomi yang luar biasa.

"Anak-anak tadi dalam wakti satu jam saja bisa menghasilkan tiga buah produk handmade. Harga satu buah handmade itu seharga Rp 25 ribu dikali tiga sudah Rp 75 ribu," terang Ketua DPW Partai Nasdem Jatim itu.

Rendra Kresna berharap kedepan wisata edukasi Recycle Hot Bottles B-Walk itu semakin berkembang dan menjadi jujugan wisata edukasi bagi wisatawan di Kabupaten Malang. 

Setelah itu, Rendra Kresna melakukan penandatanganan peresmian Museum Recycle B-Walk. Kemudian, Rendra Kresna memberikan pembinaan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pendidikan dan Kesehatan se Kecamatan Dau. 

"Pembinaan tenaga pendidikan dan kesehatan ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan dalam melayani kebutuhan masyarakat di Kabupaten Malang. Sehingga pendidikan dan kesehatan di Kabupaten Malang semakin berkembang dengan bagus," ujarnya.


Pewarta : imam syafii
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha


Top