Social Media

Share this page on:

Dukung Wisata Petik Jeruk Dau, Dinas Pertanian Rencanakan Pemenuhan Kebutuhan Air Petani

12-07-2018 - 15:38
Bupati Malang Rendra Kresna (kanan) dan Kepala DTPHP Kabupaten Malang Budiar (kiri tanpa topi) saat berada di kebun jeruk Sumberbendo, Dau, yang kini resmi menjadi kampung agrowisata (Foto: DTPHP for MalangTIMES)
Bupati Malang Rendra Kresna (kanan) dan Kepala DTPHP Kabupaten Malang Budiar (kiri tanpa topi) saat berada di kebun jeruk Sumberbendo, Dau, yang kini resmi menjadi kampung agrowisata (Foto: DTPHP for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Agro wisata Kampung Petik Jeruk Sumberbendo,  Kecamatan Dau, telah diresmikan oleh Bupati Malang Dr H Rendra Kresna, Rabu (11/7/2018) kemarin. 

Peresmian wisata petik jeruk tersebut, menambah deretan panjang destinasi wisata di Kabupaten Malang yang sedang giat-giatnya membangun bidang kepariwisataan berbasis masyarakat ini. 

 Untuk menguatkan keunggulan wisata Kampung Petik Jeruk Sumberbendo, Dau,  yang berbasis perkebunan tersebut,  Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang juga ikut terjun dalam sisi teknis di bidangnya.  Yaitu mengenai infrastruktur pendukung perkebunan jeruk seluas 162 hektar (ha) tersebut.  

Kadis TPHP Kabupaten Malang Budiar, menyatakan pihaknya tentu sangat mendukung berbagai potensi pertanian dan perkebunan yang dijadikan agro wisata. Terutama dalam mensukseskan tiga program strategis Pemerintah Kabupaten Malang di bawah kepemimpinan Rendra Kresna. 

"Kita sangat mendukungnya. Untuk mengoptimalkan potensi tersebut kita bergerak di bidang kami,  yaitu mengenai bagaimana hasil produksi jeruk bisa meningkat sampai pada berbagai kebutuhan petani jeruk. Misalnya mengenai kebutuhan air," kata Budiar Kepala DTPH Kabupaten Malang yang menggantikan Nasri Abdul Wahid di ruang kerjanya, Kamis (12/7/2018). 

Budiar menjelaskan, bahwa warga Sumberbendo,  Dau, selama ini dalam mencukupi kebutuhan air untuk penyiraman pohon jeruk masih mengandalkan alam. 

"Jadi seperti lahan tadah hujan. Kebutuhan air petani digantungkan pada musim hujan. Persoalan ke depannya adalah dengan iklim ekstrim beberapa tahun ini yang tidak bisa diprediksi musimnya. Ini salah satu yang coba kita analisis untuk kemajuan kampung wisata jeruk," ujarnya kepada MalangTIMES. 

Kepala DTPHP Kabupaten Malang Budiar bersama warga desa Sumberbendo,  Dau saat kunjungan ke wisata petik jeruk (for MalangTIMES)

Kondisi tersebut,  tentunya cukup riskan terhadap keberlanjutan pertumbuhan jeruk di masa mendatang. Apalagi di wilayah tersebut,  deviasi cuaca antara siang dan malam cukup panjang. Kalau musim kemarau,  cuaca panasnya sangat lama. Pun, saat musim penghujan. Efeknya secara langsung terhadap  buah jeruk itu sendiri. "Buahnya menjadi kecil tapi kematanganya cepat," imbuh Budiar. 

Hasil analisis awal inilah yang nanti oleh DTPHP Kabupaten Malang akan coba disusun rencana komprehensif dalam menjaga produksi dan hasil jeruk yang ada di wisata Sumberbendo, Dau. 

Alat tangki air,  saluran pipa serta jalan usaha tani adalah beberapa solusi untuk memecahkan persoalan di wilayah tersebut. Berbagai prasarana dan infrastruktur tersebut bisa berasal dari anggaran pusat,  daerah bahkan pemerintah desa melalui dana desanya. 

Melalui berbagai sumber anggaran tersebut,  menurut Budiar,  kampung wisata petik jeruk akan semakin memancarkan pesona wisatanya. Sekaligus hasil perkebunan berupa buah jeruknya akan semakin  berkualitas. Baik dari sisi bentuk maupun rasa jeruk itu sendiri. 

"Jadi kita coba rencanakan beberapa opsi yang bisa ditempuh untuk memperkuat wisata petik jeruk tersebut. Khususnya dalam persoalan kebutuhan air bagi petani saat mengolah dan merawat kebun jeruknya," ujar Budiar. 

Bupati Malang Rendra Kresna juga menyampaikan,  potensi wisata petik jeruk sangat besar. Apalagi kalau nantinya dikelola secara komprehensif dan lintas sektoral dalam pengembangannya. 

"Lokasi strategis,  panorama alamnya indah. Ini aset besar bagi sektor pariwisata. Tentunya perlu ada berbagai terobosan dan pengembangan dalam menguatkannya. Pun di dalam pengelolaannya ke depan,  perlu ada sinergi antara masyarakat,  pemerintah maupun pihak lainnya," ucap Rendra. 


Pewarta : Dede Nana
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah


Top