Social Media

Share this page on:

Terjadi Longsor Susulan, Pencarian Korban Timbunan Sampah Supit Urang Dihentikan

12-07-2018 - 19:44
Tim pencari gabungan tengah menyisir lokasi yang diduga tempat korban Agus Sujarno tertimbun sampah di TPA Supit Urang Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Tim pencari gabungan tengah menyisir lokasi yang diduga tempat korban Agus Sujarno tertimbun sampah di TPA Supit Urang Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pencarian atas korban longsor bukit sampah TPA Supit Urang Kota Malang, hari ini (12/7/2018) dihentikan sementara. Pasalnya, sempat terjadi longsor susulan di lokasi pencarian. Korban atas nama Agus Sujarno yang tertimbun sejak kemarin (11/7/2018) pun belum berhasil ditemukan. 

Komandan Tim Basarnas Surabaya Satrio Nurridanto yang mempimpin pencarian korban mengungkapkan bahwa longsor susulan terjadi sekitar pukul 14.50 WIB. "Sampah yang ada di atas area tim pencari gabungan itu longsor sejauh dua meter. Sehingga tidak memungkinkan pencarian kembali. Karena sangat berbahaya," ujar Satrio.

"Tim pencari menghentikan pencarian untuk hari ini, kami akan segera melakukan evaluasi untuk sore ini. Besok kami lanjut kembali," tambahnya. Pihak Basarnas yang dibantu relawan dan lintas elemen Kota Malang juga melakukan antisipasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang. Terutama untuk mencegah agar tidak terulang longsor susulan. 

Salah satu tindakan yang bakal dilakukan yakni dengan mengurangi jumlah timbunan sampah di atas area yang diperkirakan tempat korban Agus tertimbun. "Besok antisipasinya dengan mengeskavator sampah-sampah yang ada di area atas," paparnya. 

Satrio menduga, longsor susulan tersebut diduga akibat adanya penggalian-penggalian oleh tim pencari. "Mungkin karena tim pencari sudah melakukan penggalian sampah. Jadi semakin lama kan semakin dalam, jadi ambrol dan dikhawatirkan membahayakan relawan," tuturnya. Lokasi pencarian juga cukup menyulitkan personel di lapangan. "Kemiringan lokasi sekitar 70 derajat. Kalau terjadi longsor sedikit, yang bagian atas jadi ikut longsor juga," urainya.

Hingga saat ini, area pencarian juga masih dibatasi dengan garis polisi. Sementara Kepala Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Kota Malang J Hartono menambahkan bahwa pencarian tahap ketiga, besok (13/7/2018) bakal dimulai sekitar pukul 07.00 WIB. "Tim juga dibantu dengan pantauan udara menggunakan drone guna menentukan titik operasi SAR berikutnya," ujar Hartono.

Pencarian tersebut juga melibatkan banyak pihak. Di antaranya dari Inafis dan Unit K9 Polres Malang Kota, jajaran Polsek Sukun, Koramil Sukun, DLH Kota Malang, BPBD Kota Malang, Tim Rescue 020, Satria Rescue, SAR Pakem, KRI, RPMR, PSC 119 Kota Malang, RJT, PMI, Relawan Malang #estehanget, Samudra 888, Tagana, MEA Rescue, SarKun, Rescue Bela Negara, KUPMK, PPMR Rescue, SAR MTS, PGN dan paguyuban pemulung. 


Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : A Yahya
Publisher : Raafi Prapandha


Top