Social Media

Share this page on:

Bolak-Balik Mangkir dari Pemeriksaan, KPK Minta Mantan Wabup Malang Kooperatif

12-07-2018 - 23:12
Mantan Wakil Bupati Malang periode 2010-2015 Achmad Subhan saat ditemui di kediamannya, beberapa waktu lalu. (Foto: Dokumen MalangTIMES)
Mantan Wakil Bupati Malang periode 2010-2015 Achmad Subhan saat ditemui di kediamannya, beberapa waktu lalu. (Foto: Dokumen MalangTIMES)

MALANGTIMES - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI memberi peringatan tegas pada mantan Wakil Bupati Malang periode 2010-2015 Achmad Subhan. Subhan diminta untuk kooperatif mengikuti agenda pemeriksaan sebagai saksi atas kasus dugaan korupsi izin pendirian tower telekomunikasi di Mojokerto pada 2015 lalu.

Kasus itu sendiri juga menjerat Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa (MKP). KPK menilai Subhan mengetahui soal aliran dana suap tersebut. "Hari ini (12/7/2018) seharusnya dijadwalkan ulang pemeriksaan terhadap saksi Subhan, mantan Wakil Bupati Malang. Namun yang bersangkutan tidak hadir," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Menurut Febri, pemanggilan atas Subhan tersebut bukan kali pertama dilakukan. "Sebelumnya, pada Rabu, 11 Juli 2018 yang bersangkutan tidak datang dan telah minta agar dijadwal ulang hari ini. Hingga sore ini, kami belum mendapat pemberitahuan dari saksi terkait alasan tidak bisa hadir," tuturnya.

Febri menguraikan, tim penyidik KPK tengah mendalami soal informasi yang dimiliki Subhan atas aliran dana suap tersebut. "Terhadap saksi Subhan, penyidik mengklarifikasi terkait aliran dana dan pengetahuan saksi terkait proses perizinan pembangunan menara telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto tahun 2015," jelasnya.

"Juga soal dugaan aliran dana ke tersangka MKP," tambahnya. Febri juga menegaskan bahwa KPK mewanti-wanti agar Subhan tidak kembali mangkir dalam agenda pemeriksaan ulang pekan ini. "Kami ingatkan agar saksi koperatif dan dapat hadir besok Jumat (13/7/2018) sebagai penjadwalan ulang dari agenda pemeriksaan sebelumnya yang tidak dihadiri," tegasnya melalui pesan tertulis.

Febri menambahkan, Subhan sebelumnya juga sudah mangkir dari jadwal pemeriksaan yang diberikan. "Awal bulan ini, tanggal 2-4 Juli 2018 KPK juga telah mengagendakan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan. Namun, saksi tidak hadir tanpa keterangan," pungkasnya. 

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Subhan belum bisa dikonfirmasi. Dihubungi di telepon genggamnya tidak ada tanggapan. 


Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : A Yahya
Publisher : Raafi Prapandha


Top