Social Media

Share this page on:

Dari Joki Hingga Jual Beli Kursi Kedokteran

23-08-2015 - 09:34
Ilustrasi. (Foto: googleimage)
Ilustrasi. (Foto: googleimage)

MALANGTIMES - Masih segar dalam ingatan, pada 11 Mei 2015, di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tertangkap tujuh joki dalam seleksi masuk di Fakultas Kedokteran di kampus setempat. Dari kasus itu, Polres Malang menetapkan empat orang sebagai tersangka. Diketahui, satu orang berinisial A sebagai operator dari perjokian tersebut.

Adapu keempat yang ditetapkan tersangka diantaranya adalah Rafid bin Mudrik (19) asal Kota Batu, Bramantyo Prabu Wisnu Sadewo (19) asal Madiun, Rizkia Putri (18) asal Kalimatan Tengah, dan Kusnul Nurdianti (19) asal Bima NTB. 

Dalam kasus itu, diketahui ada dua kelompok yang berbeda. Kelompok pertama, setiap peserta harus membayar Rp 160 juta. Kelompok kedua dikenakan tarif Rp 120 juta. Biaya itu harus dilunasi apabila peserta sudah dinyatakan lulus masuk Fakultas Kedokteran UMM.

Sebagai jaminan, peserta yang menggunakan jasa joki harus membayar uang tali Rp 1,5 juta serta menyerahkan ijazah asli dan kartu keluarga (KK). Setelah terbukti ada pelanggaran, polisi menjeratnya dengan Pasal 55 ayat 1 KUHP jo pasal 32 ayat 2 sub pasal 48 ayat 2 UU No 2 tahun 2008 tentang Informasi Teknologi Elektronik (ITE). Ancaman hukumannya sembilan tahun penjara.

Selain marak perjokian, menjadi 'menu' perbincangan menarik banyak orang, mulai di media sosial (medsos) hingga perbincangan di warung kopi. Terutama di warung kopi, berkumpulnya orang nongkrong di wilayah Dinoyo, Kota Malang. "Gak mungkin lulus masuk ke dokteran jika gratisan. Jual beli kursi masuk di Fakultas Kedokteran sudah biasa terjadi," ujar salah satu pria kepada seorang temannya yang diajak nongkrong di sebuah warung kopi di wilayah Dinoyo.


Pewarta : Yatimul Ainun
Editor :
Publisher : Rochmat Shobirin


Top