Social Media

Share this page on:

Jual Beli Kursi di Fakultas Kedokteran

Jasa Joki Didapatkan Turun Temurun

24-08-2015 - 10:50
Gedung Fakultas Kedokteran UMM. (Foto: umm)
Gedung Fakultas Kedokteran UMM. (Foto: umm)

MALANGTIMES - Beragam usaha  dilakukan beberapa kampus untuk mencegah mulusnya praktik perjokian saat tes masuk Fakultas Kedokteran (FK). Namun masih saja ada mahasiswa yang 'beruntung' tidak tertangkap saat tes berlangsung dan bisa kuliah di FK.

Seperti kasus yang terjadi di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tahun 2013 lalu. Dua mahasiswa FK semester 5 WF dan VN diketahui masuk FK dengan menggunakan jasa joki.

Hal itu diketahui pihak universitas ketika salah satu peserta tes masuk tahun 2013 tertangkap penggunakan jasa joki saat tes tulis FK. Ketika diinterogasi, peserta mengaku mengetahui jasa joki dari WF dan VN.

Kronologisnya, WF dan VN berpacaran, peserta tes tersebut merupakan adik kadung dari VN. WF menyarankan agar adik VN menggunakan jasa joki agar dipastikan dapat masuk ke FK UMM.

Menurut dugaan, WF dan VN dulunya juga menggunakan jasa joki saat masuk ke FK UMM. Salah satu sumber mengatakan, karena kasus tersebut, VN diskorsing selama satu tahun dan kini telah aktif kuliah kembali di FK UMM. "Sekarang lagi KKN kayanya si VN kalau cowonya WF keluar. Tidak tau dikeluarkan atau pindah inisiatif sendiri. Sekarang WF melanjutkan kuliahnya di FK Universitas Wijaya Kusuma (UWJ)," Kata KT.

Dari kasus perjokian ini, menandakan masih ada beberapa mahasiswa yang aktif kuliah kedokteran berkat jasa joki. Harusnya kampus dapat menindak tegas mahasiswanya yang diketahui menggunakan jasa joki. Selain itu, pengguna jasa joki mendapatkan informasi terkait joki dari mantan pengguna sebelumnya. (*)


Pewarta : Tristania Dyah
Editor :
Publisher : Rochmat Shobirin


Top