Social Media

Share this page on:

Hari Pahlawan Nasional

Wacana Rezim Berkuasa Mempengaruhi Penamaan Jalan

11-11-2015 - 11:56
Munirstraat atau Jalan Munir yang ada di Den Haag, Belanda menjadi contoh alternatif penamaan jalan yang berasal dari kalangan aktivis (Foto: googleimage)
Munirstraat atau Jalan Munir yang ada di Den Haag, Belanda menjadi contoh alternatif penamaan jalan yang berasal dari kalangan aktivis (Foto: googleimage)

MALANGTIMES - Guru besar sejarah politik Universitas Negeri Malang, Prof Dr Hariyono mengungkapkan penamaan jalan di Indonesia yang di dominasi nama-nama tokoh militer disebabkan rezim yang berkuasa indentik dengan militer.

Di Indonesia, penamaan jalan khususnya jalan protokol memang di dominasi tokoh militer seperti Jalan Ahmad Yani, Jalan Gatot Subroto, Jalan Jenderal Sudirman, dan sebagainya. 

"Penamaan jalan ketika penguasa orde baru yang identik dengan militer rujukannya ya tokoh militer," katanya kepada MALANGTIMES

Walaupun menurut Hariyono, untuk saat ini tidak semua nama jalan menggunakan nama tokoh militer. Buktinya di era reformasi saat ini, pahlawan yang diluar militer sudah mulai banyak yang juga layak diabadikan sebagai nama jalan.

"Ketika rezim militer ya rujukan militer, dan sekarang ketika era reformasi ini ada peluang mengangkat pahlawan yang tidak berasal dari militer," jelasnya. (*)


Pewarta : Faishal Hilmy Maulida
Editor :
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : Malang TIMES


Top