Social Media

Share this page on:

Setan Jawa Garin Nugroho Obat Rindu Pecinta Film Berkualitas

28-08-2016 - 16:14
Foto via www.setanjawa.com yang ditayangkan kompas,minggu (28/08/2016)
Foto via www.setanjawa.com yang ditayangkan kompas,minggu (28/08/2016)

MALANGTIMES - Kembali Garin Nugroho, sineas kenamaan Indonesia, menyapa pecinta film Indonesia lewat film terbarunya Setan Jawa.

Film dengan format bisu dan hitam putih pertama Garin Nugroho ini merupakan proyek kolaborasi keduanya dengan seniman musik handal Rahayu Supanggah, setelah 10 tahun mereka berkolaborasi dalam film “Opera Jawa”.

iklan

Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, Renitasari Adrian, sebagai pendukung proyek film Setan Jawa menyatakan bahwa film bisu dengan format hitam putih ini merupakan bentuk eksplorasi mencipta karya seni yang diharapkan mampu menjadi inspirasi sineas muda dalam menghasilkan film yang tak kalah hebatnya.

“Setan Jawa Garin Nugroho dan Rahayu Supanggah ini semoga menjadi inspirasi bagi sineas muda untuk berkarya lebih hebat. Film ini juga merupakan perayaan bagi Garin yang telah 35 tahun berkarya di industri film,”lanjut Renitasari.

Film ini bercerita tentang kisah cinta dan tragedi kemanusiaan dengan latar waktu awal abad ke-20. Setio (Heru Purwanto), seorang pemuda desa miskin jatuh cinta dengan Asih (Asmara Abigail), putri bangsawan jawa.

Lamaran yang ditolak membuat Setio mencari keberuntungan melalui kesepakatan dengan Iblis (Luluk Ari) yang akhirnya membuat Setio kaya dan kawin dengan Asih.

Namun, Asih kemudian mengetahui bahwa suaminya menjalani laku pesugihan kandang bubrah. Asih kemudian meminta pengampunan pada setan agar pada saat kematiannya, sang suami tak menjadi tiang penyangga rumah.

“Setan Jawa dikisahkan dalam bingkai sejarah periode awal abad ke-20 sebagai konsep waktu yang menarik untuk dieksplorasi. Film ini menyatukan perspektif kontemporer dengan tari tradisi, musik, hingga fashion dalam ruang bebas intrepretasi,”ungkap Garin.

Film bisu hitam putih Setan Jawa yang di putar perdana pada tanggal 3-4 September 2016 di Gedung Teater Jakarta sebagai pemanasan dalam rangka pemutaran film pada world premier di Opening Night of Asia Pacific Triennial of Forforming Arts di Melbourne, Februari 2017 ini akan diiringi dengan orkestra musik gamelan secara live yang dibuat oleh Rahayu Supanggah dengan 20 pengrawit (pemusik gamelan).


Pewarta : Nana
Editor :
Publisher : Abdul Hanan

Top