Social Media

Share this page on:

Kampung Warna-Warni Jadi Ikon Wisata Baru Kota Malang

05-09-2016 - 14:08
Wali Kota Malang, HM.Anton saat melihat kampung warna dari atas jembatan (Foto : Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Wali Kota Malang, HM.Anton saat melihat kampung warna dari atas jembatan (Foto : Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Tidak salah jika Kota Malang dijuluki sebagai salah satu kota paling kreatif di Indonesia. Dari kota ini selalu muncul ide kreatif dalam berbagai hal. Salah satunya adalah ide pengembangan wisata.

Yang terbaru, Kota Malang menyulap sejumlah kawasan yang awalnya terlihat kumuh menjadi lokasi wisata yang menarik bagi wisatawan.

iklan

Hal ini terlihat mulai dari hadirnya Kampung 3G, Kampung 3D dan yang saat ini baru saja diresmikan menjadi ikon wisata baru adalah Kampung Warna-Warni.

Wali Kota Malang, H. Moch Anton meresmikan secara langsung kampung tersebut didampingi Forkopimda Kita Malang, Ketua TP PKK Kota Malang dan Sekretaris Daerah Kota Malang, Minggu (4/9/2016)

Kampung Warna Warni yang terletak di Kelurahan Jodipan RW 02, RT 06, 07, dan 08 tersebut merupakan perkampungan yang berada di bantaran Sungai Brantas yang diseberangnya juga terdapat Kampung Wisata 3D.

Dengan keberadaan kampung ini Kota Malang memiliki kawasan wisata baru khususnya untuk para penghobi foto selfie.

Keindahan warna-warni rumah-rumah warga rupanya menjadi daya tarik tersendiri bagi banyak orang untuk mengunjunginya. 

Abah Anton begitu ia akrab disapa, mengapresiasi setinggi-tingginya kepada PT. Inti Daya Guna Aneka Warna  Decofresh yang bekerjasama dengan Guys of Public Relation (guyspro), praktikan ilmu komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang yang telah membuat kawasan hunian Jodipan menjadi kampung yang menarik.

"Terobosan dan bentuk kreativitas seperti di Kampung Warna-Warni Jodipan ini dapat memberikan dampak positif, tidak saja bagi pertumbuhan perekonomian, tetapi juga membawa tren positif bagi manajemen pengelolaan kota yang kreatif. Ini pasti sangat menginspirasi terhadap rencana-rencana pembangunan ke depan," ujar Abah Anton.

Oleh karenanya, pengembangannya harus dipahami secara holistik dan tidak hanya sekedar branding.  

Menurut Anton, Kampung Warna-Warni Jodipan ini harus dimanfaatkan sebagai pendekatan pengembangan kawasan perkotaan secara berkelanjutan berbasis partisipasi aktif masyarakat.

Dampak positifnya tentu akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat kearah yang lebih baik. "Hal ini telah diwujudkan oleh masyarakat di Kampung Warna Warni Jodipan" tegas Abah.  


Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor :
Publisher : Abdul Hanan

Top