Social Media

Share this page on:

Dimulainya Revolusi Mental Kota Malang (6)

Pemuda Kampung Tridi Bangga karena Merasa Lebih Dihargai

25-03-2017 - 22:13
foto : https://www.instagram.com/ratrinoorkhsnh
foto : https://www.instagram.com/ratrinoorkhsnh

MALANGTIMES – Banyak perubahan besar yang terjadi di Kampung Tridi. Kampung wisata yang masuk wilayah RW 12, Kelurahan Kesatrian ini, dulunya dihuni pemuda yang tak punya aktivitas bermanfaat ditambah berbagai kenakalan yang meresahkan masyarakat.

Mengamen dan  menghabiskan waktu dengan minum minuman beralkohol  bahkan narkoba yang dulu jadi kegiatan rutin setiap hari, kini sudah tidak terlihat di kampung ini.

iklan

"Sekarang teman-teman lebih merasa dihargai. Teman-teman tidak lagi dipandang sebelah mata. Dengan hadirnya kampung ini kami merasakan banyak mendapat manfaat. Salah satunya perubahan perilaku dan tanggung jawab. Rasa memiliki kampung ini juga mulai tumbuh, mental kami benar-benar berubah," ungkap Abdul Konsen (35),  salah satu pemuda di kampung tersebut.

Abdul bercerita,  sebelum kampung ini ada, dahulu banyak pemuda pengangguran yang setiap hari hanya duduk bersila tanpa berfikir bagaimana untuk maju. Waktu kosong hanya diisi dengan dialog tanpa arti, bahkan tidak jarang melakukan hal-hal negatif.

"Saat ini, suasana sudah terlihat berbeda. Kami merasa sangat berguna. Di sini kami bisa berkarya, mengekspresikan apa yang ada dalam benak kami, seperti menggambar atau pun hal lain yang bermanfaat untuk lebih mengembangkan kampung ini," tandas Pria bertato di kedua tangannya ini.

"Pendapatan ekonomi kami juga meningkat. Banyak teman-teman yang diberdayakan jadi petugas parkir. Selain itu, kami berkarya dengan membuat gantungan kunci, kaos, dan karya seni lain yang bisa dijual kepada para pengunjung,"  imbuh pria yang juga menjaga lahan parkir ini.

Tapi yang lebih terpenting menurutnya adalah, berawal dari  Kampung Tridi inilah ia mengerti tentang sebuah kebanggan, bagaimana dihargai, bagaimana bekerja sama, bagaimana arti bertanggung jawab yang telah dipercayakan dan  kepedulian terhadap lingkungan.

"Berkat Kampung Inilah kami jadi lebih sering berkumpul.  Dulunya para pemuda sibuk dengan kegiatannya masing-masing dan seakan tidak peduli dengan lingkungan sekitar. Tetapi semua sudah berubah, saat ini keakraban antar pemuda dan lingkungan sekitar terjalin dengan baik, karena seringnya berkumpul, " pugkasnya.


Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor :
Publisher : Aditya Fachril Bayu

Top