Social Media

Share this page on:

KPK Geber Pemeriksaan di Kota Malang (20)

KPK Benarkan Ada Pemblokiran Rekening Pejabat, 38 Anggota Dewan Diperiksa

23-10-2017 - 15:01
Suasana Aula Polres Malang Kota yang digunakan penyidik KPK RI dalam agenda pemeriksaan kasus rasuah hari ini. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Suasana Aula Polres Malang Kota yang digunakan penyidik KPK RI dalam agenda pemeriksaan kasus rasuah hari ini. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - KPK Geber Pemeriksaan di Kota Malang MALANGTIMES - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI membenarkan adanya pemblokiran terhadap sejumlah rekening yang diduga terlibat kasus rasuah di Kota Malang. Hanya saja, KPK tidak merinci nama-nama pihak yang kegiatan perbankannya dibekukan.

"Penyidik telah memproses pemblokiran rekening tersangka sebagai bagian dari pelaksanaan tugas dalam penanganan tindak pidana korupsi (TPK) ini," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah melalui pesan WhatsAppp. Hari ini (23/10/2017), lanjut Febri, penyidik KPK mengagendakan pemeriksaan terhadap enam orang saksi.

iklan

Saksi tersebut terdiri dari satu orang staf Sekretariat DPRD (Sekwan) Kota Malang dan lima anggota DPRD Kota Malang. Enam orang itu adalah Imam Ghozali, Afdhal Fauza, Ya'qud Ananda Gudban, Tri Yudiani, dan Mohammad Fadli. Sementara staf sekwan yang dipanggil adalah Kasubag Hubungan Antar Lembaga DPRD Kota Malang Kenprabandari Aprilia Bhakti. 

Namun, hingga pukul 13.00 hanya tiga orang yang memenuhi panggilan pemeriksaan. Yakni Ya'qud, Tri Yudiani, dan Fadli. "Saksi diperiksa dalam kasus indikasi suap terkait pembahasan APBD-P Kota Malang TA 2015 dengan tersangka MAW (M Arief Wicaksono, mantan ketua DPRD Kota Malang)," terang Febri.  

Febri menjelaskan, sejak Rabu (18/10/2017) lalu hingga hari ini telah dijadwalkan pemeriksaan sekitar 35 saksi. 31 diantaranya adalah anggota DPRD Kota Malang dan unsur lain adalah mantan sekda, kepala bidang dan staf sekwan. "KPK terus mendalami informasi dugaan penerimaan uang "Pokir" terkait dengan pengesahan APBD-P TA 2015 oleh sejumlah pihak," tambahnya.  

Meski demikian, berdasarkan data yang dihimpun MalangTIMES, ada 38 anggota dewan yang diperiksa. Yakni Ke 38 anggota dewan yang sudah menjalankan pemeriksaan tersebut adalah Abdul Hakim, M. Zainuddin, Wiwik Hendri Astuti, M. Sahrowi, Rahayu Sugiarti, Subur Triono, Mohan Katelu, Sukarno, juga Asia Iriani.

Selain itu ada Syamsul Fajrih, Suprapto, Priyatmoko Oetomo, Salamet, Hery Subiantono, Heri Pudji Utami, Arief Hermanto, Hadi Susanto, Tutuk Hariyani, dan Teguh Mulyono. Nama lain yakni Indra Tjahyono, Rasmuji (meninggal), Mulyanto, Sulik Lestyowati, Syaiful Rusdi, Bambang Soemarto, Ribut Harianto, Choeroel Anwar, Harun Prasojo, Teguh Puji Wahyono, Imam Fauzi, Imam Ghozali, Een Ambarwati, Afdhal Fauza, Ya'qud Ananda Gudban, Tri Yudiani, serta Mohammad Fadli.

Dalam agenda pemeriksaan yang dilakukan, Febri membenarkan adanya pemutaran sejumlah rekaman yang diindikasikan memuat percakapan soal permintaan uang pokok pikiran (pokir) dalam pembahasan program yang disusun Pemkot Malang. "Komunikasi sejumlah pihak terkait dalam perkara ini juga terus diklarifikasi pada saksi-saksi," terangnya.

Soal perkara yang melebar dengan saksi-saksi baru yang didatangkan. Juga soal peningkatan saksi terperiksa sebagai tersangka baru, Febri belum memberi jawaban. "Nanti menunggu hasil pemeriksaan," pungkasnya. 


Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha

Top