Social Media

Share this page on:

Geliat Perjudian Balap Liar di Kota Malang (5)

Butuh Ajang Resmi biar Balap Liar dan Perjudian Hilang

24-10-2017 - 16:18
Ilustrasi balap liar(google)
Ilustrasi balap liar(google)

MALANGTIMES - Balap liar di kawasan Soekarno-Hatta Malang sudah berlangsung sejak beberapa tahun yang lalu, sekitar tahun 2000. Banyak hal yang menjadi faktor adanya balap liar yang akhirnya merambah ke dunia perjudian dengan nilai hingga puluhan juta. 

Balap liar yang berbarengan dengan adanya perjudian itu banyak membuat resah masyarakat. Bukan hanya itu. Karena berlabel liar, risiko-risiko terjadinya kecelakaan hingga menimbulkan korban jiwa cukup besar.

iklan

Para pelaku balap sendiri beralasan, jika dalam hal in Pemkot Malang bisa mengakomodasi gelaran event yang mereka ajukan, mungkin saja balap liar kawasan Soekarno-Hatta bisa saja menjadi episode akhir dalam gelaran balap liar dan berlanjut episode gelaran event resmi.

Tak hanya itu. Aliran-aliran dan perputaran uang judi bahkan bisa saja hilang, meskipun hal itu sulit untuk hilang sepenuhnya.

CL, sumber dari MalangTIMES yang juga merupakan pelaku balap liar, mengungkapkan, melihat potret Kota Malang dengan banyaknya komunitas otomotif serta talenta berpotensi dalam balap mobil, belum banyak wadah bagi mereka. Sehingga dalam mengekspresikan diri, mereka yang haus akan kompetisi menjadikan balap liar sebagai pelampiasan.

CL sendiri mengatakan, sebenarnya pihaknya bersama beberapa klub mobil atau bengkel-bengkel sudah pernah mengajukan  proposal kepada Komite Olahraha Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang untuk mengakomodasi gelar event balap untuk para pembalap Kota Malang.Namun sampai saat ini, belum pernah ada tanggapan atau respons dari pihak terkait tentang gelaran event balap mobil yang mereka ajukan. "Dulu sudha pernah Mas, mengajukan usulan ke pihak terkait (KONI). Tapi sampai saat ini belum ada tanggapan, belum ada balasan surat," ungkapnya kepada MalangTIMES.

" Harapan teman-teman di Kota Malang, ya pemerintah terkait bisa memberi mereka wadah untuk mewadahi para klub-klub balap, agar tak lagi melakukan balap liar," pungkasnya. (*)


Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Raafi Prapandha

Top