Social Media

Share this page on:

Geliat Perjudian Balap Liar di Kota Malang (6)

Jika Balapan dan Taruhan di Kota Malang Sepi, Klub-klub Lari ke Surabaya

24-10-2017 - 17:08
Ilustrasi balap liar(google)
Ilustrasi balap liar(google)

MALANGTIMES - Dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, kini arena balap liar di kawasan Jl Soekarno-Hatta Kota Malang lebih sepi peminatnya. Banyak klub motor dan mobil di Kota Malang yang beralih ke Surabaya, tepatnya di kawasan Kenjeran dan beberapa tempat lainnya.

Salah satu sumber MalangTIMES yang juga merupakan pelaku balap di kawasan Soekarno-Hatta mengungkapkan, balap mobil di kawasan Soekarno Hatta sejak beberapa tahun lalu mulai menurun aktivitas balap maupun adanya taruhan dalam setiap ajang. "Mulai 2013  sampai sekarang, sudah agak berkurang adanya taruhan. Kalaupun ada, ini biasanya arek-arek lawas yang masih taruhan," ungkap CL, sumber MalangTIMES.

iklan

Berkurangnya intensitas taruhan balap liar Soekarno-Hatta karena memang mendapat pantauan dari pihak keamanan. Ditambah lagi jumlah peminat balap liar beralih mengikuti kompetisi resmi.

" Ya itu memang sempat ada pantauan. Salah satunya dari pihak polisi. Pernah ngasih sama oknum, tapi sekarang nggak. Kalau lomba sepi di Malang, kita larinya selalu ke Surabaya," ungkapnya.

Fakta Balapan Suhat(Ilustrasi MalangTIMES)

Pernah para pelaku balap liar itu pindah ke Stadion Kanjuruhan di Kepanjen. Namun, mereka malah pernah dipalak oleh oknum preman di kawasan itu.  "Waktu ada ajang di sana (Stadion Kanjuruhan), malah pernah dimintai uang sama preman. Kalau untuk  di kota nggak ada preman-preman yang mintain gitu," ungkapnya.

Ketika ditanya lebih lanjut terkait adanya oknum yang membekingi dalam setiap ajang balap liar di Kota Malang, CL mengungkapkan, untuk di kawasan Malang, memang tidak ada oknum-oknum aparat yang membekingi. "Tapi beda halnya dengan Surabaya. Untuk setiap balapan, terdapat oknum-oknum aparat yang membekingi balap liar," pungkasnya. (*)


Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah

Top