Social Media

Share this page on:

Geliat Bisnis Mode Anak Muda di Malang (7)

Sehari, Wanita Muda Asal Kabupaten Malang Produksi Ratusan Hijab

28-10-2017 - 11:53
Wanita asal Wajak Kabupaten Malang Octatria Soetanto, menjual hijab label Omega Hijab. Dalam sehari 400-500 pcs mampu ia jual (foto: istimewa)
Wanita asal Wajak Kabupaten Malang Octatria Soetanto, menjual hijab label Omega Hijab. Dalam sehari 400-500 pcs mampu ia jual (foto: istimewa)

MALANGTIMES - Hijab tampaknya menjadi fashion item yang tak bakal dilewatkan oleh muslimah. Terbukti hijab banyak diburu. Di Kabupaten Malang, seorang wanita muda berusia 22 tahun mampu menjual ratusan hijab dalam satu hari! Tidak hanya dipasarkan di Indonesia, Negara lain seperti Taiwan dan Hongkong juga melirik hijab produksinya. 

Wanita muda asal Malang itu bernama Octatria Soetanto. Ia tak menyangka usaha yang awalnya untuk mengisi aktivitas di sela kuliah kini berbuah manis. Octa mengawali produksi hijab dengan label Omega Hijab saat ia kuliah di semester lima. 

iklan

"Awal jualan waktu kuliah semester 5. Waktu itu aku coba-coba jualan jilbab monokrom disambi masih ngelesi privat. Pulang kuliah langsung beli kain terus dianter ke orang dineci. Terus berangkat ngelesi," cerita Octa kepada MALANGTIMES, Sabtu (28/10/2017).

Di awal usaha, hijab produksi Octa dijual di lingkaran teman kuliah. Maklum, ia saat itu tidak ada modal. "Aku cuma modal foto kain di toko kain. Baru kalo ada yg order beli kain itu. Dan uang dari yg order itu aku belikanqke kain. Jadi tanpa modal sama sekali," jelas wanita berusia 22 tahun ini. 

Berjualan hijab kala kuliah, Octa awalnya mampu memproduksi hijab sebatas rak lemari pakaian. Lambat laun, pesanan hijab meningkat hingga membuat ia harus melepas kesibukan menjadi guru les privat. Octa akhirnya menyewa stand sederhana di kawasan Jalan Kepuh, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

"Karena di kos penuh banget sama jilbab sampai saya sungkan sama yang sekamar. Akhirnya saya sewa stan biasa dulu di Jalan Kepuh. Waktu itu harganya sekitar tiga ratus ribu per bulan. Karena tidak memadai juga akhirnya pindah ke toko kecil di Jalan Mergan," tutur alumnus Universitas Kanjuruhan ini. 

Saat mengawali usaha hijab, Octa dibantu oleh sang kekasih yang kini menjadi suaminya. Berdua mereka memproduksi berbagai jenis hijab mulai segi empat dan pashmina. Untuk bahan hijab segi empat, Octa mengaku paling banyak diburu konsumen ialah hijab segi empat bahan viscose dan polycotton.

Bahan viscose memiliki kelebihan yakni lembut dan menyerap keringat jadi nyaman bila dikenakan. Selain itu, bahan viscose jatuh sehingga cantik bila dikenakan sebagai hijab. Sedangkan, bahan polycotton terbuat dari campuran serat kapas dan buatan, terutama dari serat poliester. Bahan polycotton ini tak kalah nyaman dikenakan karena mampu menyerap keringat. 

Selain hijab segi empat dan pashmina Octa juga menawarkan instan hijab. Akan tetapi untuk produksi ia masih fokus pada segi empat dan pashmina. "Untuk saat ini segiempat sama pashmina aja karena di rumah udah ada mesin neci sendiri dua buah," jelas wanita yang tinggal di Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, ini. 

Salalam sehari Octa dapat menjual hingga ratusan hijab. Pembeli bukan hanya dari seluruh Indonesia, bahkan sampai Taiwan dan Hongkong. "Sehari rata-rata saya bisa packing 400 sampai 500 jilbab sekarang. Dan itu sudah banyak sekali menolak order," ungkap dia. 

Produksi hijab Oxta dipasarkan melalui media sosial Instagram dengan akun @omega_hijabmalang. Soal harga untuk hijab segiempat ditawarkan mulai Rp 19.000. Paling mahal hijab produksi Octa dibanderol di kisaran harga Rp 35.000.

Geliat bisnis mode anak muda di Malang masih akan berlanjut. Banyak usaha kreatif arek Malang di bidang fashion yang sayang bila dilewatkan. Simak terus laporan khusus khas MALANGTIMES tentang Geliat Bisnis Mode Anak Muda di Malang. (*)


Pewarta : Wahida Rahmania Arifah
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah

Top