Social Media

Share this page on:

Menguak Bisnis Kendaraan Sirine di Malang (8)

Polres Malang Kota Ancam Pidanakan Pengendara Mobil Sirine yang Tak Sesuai Peruntukannya

29-10-2017 - 20:10
Kasatlantas Polres Malang Kota AKP Ady Nugroho(Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Kasatlantas Polres Malang Kota AKP Ady Nugroho(Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Polres Malang Kota melalui Satuan Lalu Lintas mengancam akan memidanakan pengendara mobil yang menggunakan sirine atau rotator tidak sesuai ketentuan. 

JIka tetap nekat melanggar maka petugas akan langsung melakukan tindakan tegas dan memprosesnya secara hukum sesuai KUHAP Pasal 287 Ayat (5) UU No. 22 Tahun 2009.

iklan

“Pasal tersebut berbunyi setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang melanggar ketentuan mengenai penggunaan atau hak utama bagi Kendaraan yang menggunakan alat peringatan dengan bunyi dan sinar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59, Pasal 106 ayat (4) huruf f, atau Pasal 134 dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000," tegasnya Kasat Lantas Polres Malang Kota AKP Ady Nugroho.

Lebih lanjut ia menjelaskan, dalam aturan pemakaiannya, sudah dijelaskan siapa saja yang berhak memakai sirine, rotator maupun lampu strobo

Pemasangan sirene, lampu strobo dan lampu rotator pada kendaraan bermotor telah diatur sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku yaitu Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Pasal 59 ayat (5) menyatakan pengguna lampu isyarat dan sirene sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) adalah pada point A, lampu isyarat warna biru dan sirene digunakan untuk mobil petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia. 

Point B, lampu isyarat warna merah dan sirene digunakan untuk mobil tahanan, pengawalan Tentara Nasional Indonesia, pemadam kebakaran, ambulans, palang merah, dan jenazah.

Sedangkan pada point C, Lampu isyarat warna kuning tanpa sirene digunakan untuk mobil patroli jalan tol, pengawasan sarana dan Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, perawatan dan pembersihan fasilitas umum, menderek kendaraan, dan angkutan barang khusus.

Sementara itu, lanjut Kasat, penjelasan pada pasal 106 ayat (4) huruf f adalah setiap orang yang mengendarai kendaraan di jalan wajib mematuhi tanda peringatan baik berupa sinar maupun bunyi.  Sedangkan pada pasal 134 adalah siapa saja yang mempunyai hak utama untuk didahulukan.

"Seperti petugas PMK, ambulans yang mengangkut orang sakit, patroli pengawalan polisi, pejabat negara, dan itu sudah jelas. Karenanya  terkait pelanggaran-pelanggaran, kami memang sudah menertibkan pengendara yang memakai lampu strobo maupun sirine. Kami juga sudah menyurati komunitas mobil yang akan tur agar tak memakai strobo maupun sirine," pungkasnya.


Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Heryanto
Publisher : Aditya Fachril Bayu

Top