Social Media

Share this page on:

Di Tangan Para Seniman Ini Darah Menstruasi Hingga Kopi Menjelma Jadi Lukisan Nyentrik

28-12-2017 - 07:10
Lukisan karya Sawir Wirastho seniman Kepanjen yang berbahan ampas kopi. (Nana/MalangTIMES)
Lukisan karya Sawir Wirastho seniman Kepanjen yang berbahan ampas kopi. (Nana/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Lazimnya melukis, bahan dasar yang dipergunakan oleh para seniman adalah cat atau pensil dan sejenisnya. Tapi di tangan para seniman ini, melukis tidak wajib mempergunakan bahan konvensional tersebut.

Keliaran mengeksplorasi berbagai bahan yang bagi kita tidak mungkin dijadikan medium melukis, di tangan mereka ternyata menghasilkan sesuatu yang baru. Nyentrik dan tentunya membuat siapapun yang melihat hasilnya tidak akan percaya.

Bahwa yang dijadikan bahan melukis, misalnya dari darah menstruasi, sampah, ampas kopi. Sampai pada permen karet dan kotoran gajah.

Lantas siapakah sajakah para seniman nyentrik di dunia gambar menggambar dengan berbagai medium aneh tersebut?.

MalangTIMES mencoba merangkumnya dari beberapa seniman, baik dari luar negeri sampai di dalam negeri yaitu Kabupaten Malang.

Lukisan berbahan darah menstruasi karya Lani Beloso

1. Lani Beloso (42) seniman asal Hawaii ini melukis dengan bahan yang akan membuat kita tak percaya. Bagaimana tidak, dia membuat lukisan dengan menggunakan darah menstruasinya sendiri. 

 

Anna melukis dengan permen karet sebagai bahan yang menggantikan cat

2. Seniman wanita Ukraina, Anna menciptakan lukisan dari berbagai tokoh menggunakan permen karet. Dia menggunakan permen karet yang sudah dikunyah untuk menciptakan karya uniknya. Dibutuhkan sekitar 500-1000 permen karet untuk menciptakan sebuah lukisan miliknya tersebut. 

 

Hongyi, melukis dengan noda cangkir kopi

3. Seniman asal Malaysia Hongyi, berhasil menciptakan karya seni dari noda cangkir Kopi. Setelah dia menyeruput kopi pada cangkirnya dan meletakkannya pada cawan, noda cincin yang ada mengotori kertas dan terus dilanjutkan sampai menjadi sebuah lukisan.

 

Chris Olifi menciptakan lukisan dari kotoran gajah

4. Chris Olifi berhasil menciptakan lukisan dari bahan kotoran gajah. Dia mencampurkan kotoran gajah dengan bahan kimia untuk menghilangkan bau yang ada. Setelah itu dia sulap kotoran gajah menjadi sebuah karya lukis.

 

Othman mengubah es krim menjadi lukisan

5. Pelukis Othman Toma, tak kalah nyentriknya. Dia berhasil mengubah kelezatan dari lelehan es krim menjadi karya lukis yang unik.

Bukan hanya mereka yang bisa menyulap sesuatu yang tidak mungkin dijadikan bahan melukis, menjadi karya seni yang artistik.

Di Kabupaten Malang pun banyak berlahiran seniman lukis yang mempergunakan bahan-bahan tidak lazim dalam mengekspresikan kegelisahannya dalam dunia seni lukis.

Misalnya, Nana Bintan (51) penggiat dan pengelola Tempat Pembuangan Sampah (TPS) 3R Sumedang Bersatu, Kepanjen. Serta pelukis yang juga pecinta kopi nusantara Sawir Wirastho yang melukis dengan ampas kopi.

 

Nana Bintan merubah limbah sayuran jadi lukisan

6. Nana Bintan, penggiat dan pengelola TPS 3R Sumedang, Kepanjen ini tidak bisa berpuas diri dengan berbagai tumpukan sampah dan pengolahannya menjadi kompos. Dia yang setiap hari bercengkrama dengan berbagai tumpukan sampah sayuran dari pasar Sumedang, akhirnya mencoba mengeksplorasinya. 

Menjadi lukisan berbagai macam bentuk. Dari wajah manusia, binatang sampai dengan berbagai macam pemandangan alam. Karyanya telah mencapai ratusan dan beberapa dikoleksi oleh para pejabat di KAbupaten Malang.

 

Sawir Wirastho melukis dengan ampas kopi

7. Sawir wirastho (38) seniman yang juga aktivis dari Dusun Santren, Desa Mangunrejo, Kecamatan Kepanjen ini telah menghasilkan berbagai lukisan dari ampas kopi. Lukisan ampas kopinya telah menarik perhatian berbagai kalangan dan mendapat apresiasi dari seniman luar negeri.

Berani mencoba hal berbeda, unik dan tentunya akan memberikan sensasi berbeda dalam melukis seperti yang dilakukan para seniman tersebut? Silakan mencoba!


Pewarta : Nana
Editor : Heryanto
Publisher :


Top