Social Media

Share this page on:

Ada Jual Beli Organ Tubuh di Malang? (5)

Tidak Tahu Ada Operasi, Suami Penjual Ginjal Sempat Curiga saat Baca SMS dari Dokter di HP Istri

20-12-2017 - 16:10
Kusiadi suami Ita saat ditemui di kediaman orang tuanya di Jl Wukir Gang 10, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Selasa. (Foto: Irsya Richa/ BatuTIMES)
Kusiadi suami Ita saat ditemui di kediaman orang tuanya di Jl Wukir Gang 10, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Selasa. (Foto: Irsya Richa/ BatuTIMES)

Ada Jual Beli Organ Tubuh di Malang? (5)

Apa yang dialami Ita Diana, penjual ginjal, warga Jalan Wukir Gang 10, RT 2/RW 3, Kelurahan Temas, Kota Batu ternyata memang sama sekali tidak diketahui pihak keluarga.

iklan

Bahkan, Kasiadi, sang suami yang sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan di Kota Batu ini pun tidak tahu.

Saat BatuTIMES mengunjungi Kasiadi Selasa (19/12/2017) di rumahnya ia terlihat sedang santai. Setelah menyambut kami dengan ramah dan mempersilakan masuk, kami mulai ngobrol santai.

Dia termasuk orang yang terbuka terhadap siapapun, termasuk saat kami menanyakan urusan operasi yang pernah dilakukan Ita Diana, istrinya. 

Hanya saja, begitu kami informasikan bahwa istri tercintanya pernah melakukan operasi dan menjual ginjalnya, ia sangat kaget. Pasalnya, ia mengaku tidak tahu sama sekali kabar ini. Ia hanya tahu bahwa istrinya tersebut memiliki banyak utang.  

“Tiba-tiba terjadi dan saya nggak tahu apa-apa ini. Yang saya tahu itu istri saya memang punya banyak utang. Bahkan, untuk membayar sebagian utang itu kami menjual rumah di Jalan Wukir, gang V, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu,” ungkap Kasiadi.

Tidak hanya rumah hasil jerih payahnya saja yang sudah dijual, rumah orang tua Ita juga sudah ikut dijual untuk menutup sebagian utangnya. Saat ini Kasiadi bersama empat anaknya tinggal di rumah orang tuanya yakni Supa’i-Jumaiyah.

BACA JUGA : Ada Jual Beli Organ Tubuh di Malang? (3)

Tak Ada Bukti, Pembeli Ginjal Bantah Ada Transaksi Jual Beli

Kasiadi menceritakan selama ini Ita bekerja di Jawa Timur Park 1. Usai bekerja di sana, sore harinya Ita langsung berjualan di stand ketan berdeketan dengan salah satu pusat perbelanjaan di Kota Batu. 

Selama Ita tidak di rumah (menjalani karantina dan operasi) ia mengaku tak menaruh curiga. Sebab selama ini, jika Ita hendak bepergian memang tidak pernah pamit ke suaminya itu. Kasiadi menganggap Ita memang sedang berkerja. 

“Istri saya ke mana saja saya tidak tahu. Soalnya biasanya bilang kalau kerja. Dan selama ini saya memang  jarang komunikasi dengan istri karena gak pegang handphone,” imbuhnya. 

Saat ditanya terkait donor ginjal tersebut Kasiadi tidak tahu menahu. Pada bulan Februari 2017 silam menurutnya Ita memang menjelaskan bahwa menjalani operasi mioma uteri.

“Saya sempat marah-marah terkait operasinya itu. Karena kami sebagai keluarga kok nggak diberi tahu, kok malah temannya yang tahu. Walaupun Ita waktu itu bilang hanya melakukan operasi biasa saja,” jelas pria 44 tahun ini.

Kemudian Kasiadi sempat tidak sengaja membaca pesan singkat dari seorang dokter yang isinya masalah ginjal. “Awalnya curiga di sms itu kok ada kata-kata ginjal-ginjal kepada dokter. Tapi bilangnya kok operasi mioma uteri,” ujarnya.

Setelah mengetahui hal tersebut dari orang kepercayaan Ita yakni Wardi’i dan MalangTIMES, Kusiadi mengaku hanya pasrah saja. Rasa cemas pun menggelutinya, namun dirinya tetap percaya kepada istrinya kuat menghadapi cobaan tersebut.

BACA JUGA : Ada Jual Beli Organ Tubuh di Malang? (4)

Pelakunya Oknum Dokter, Sudah Banyak yang Jadi Korban

 

“Sudah mau gimana lagi kalau sudah terjadi seperti ini. Sampai sekarang pun nggak ada komunikasi sama sekali,” kata bapak empat anak ini.

Untuk saat ini, Ita tengah berencana bekerja di luar negeri sebagai TKW. Kasiadi pun sudah mengetahuinya dari Ita. Menurutnya, ia tidak melarang hal tersebut karena dirasa jika itu hal terbaik untuk melunasi hutang Ita.

“Terserah istri saya mau kerja di mana saja. Mungkin mau menebus hutangnya. Saya di sini juga merawat anak-anak juga masih ada yang sekolah. Saya gak marah hanya kaget saja, ini sudah terjadi mau bagaimana lagi. Ya dijalani saja kalau sudah begini dan lebih hati-hati,” tutupnya.


Pewarta : Irsya Richa
Editor : Heryanto
Publisher : Aditya Fachril Bayu

Top