Social Media

Share this page on:

Ada Jual Beli Organ Tubuh di Malang? (6)

Putri Penjual Ginjal Dikirimi Uang Tiap Bulan oleh Dokter RSSA

20-12-2017 - 16:42
Dini saat menunjukkan buku tabungan yang setiap bulan mendapatkan transfer uang dari dr Atma Gunawan untuk keperluan sekolah di rumahnya, Jalan Wukir, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Dini saat menunjukkan buku tabungan yang setiap bulan mendapatkan transfer uang dari dr Atma Gunawan untuk keperluan sekolah di rumahnya, Jalan Wukir, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

Ada Jual Beli Organ Tubuh di Malang? (6)

Beban hidup Ita Diana tidak semakin ringan setelah menjual ginjalnya kepada Erwin Susilo, pemilik showroom mobil Hindra Jaya di kawasan Jalan Ahmad Yani, Kota Malang. Justru ibu 41 tahun warga Kelurahan Temas, Kota Batu, tersebut semakin nelangsa karena Erwin ingkar janji. 

iklan

Uang Rp 350 juta yang dijanjikan Erwin kepada Ita untuk dibuat  melunasi utangnya tak kunjung diterima. Erwin hanya memberikan Rp 70 juta kepada Ita. Tentu saja, uang sebesar itu tidak cukup digunakan membayar utang Ita. Apalagi, dia sudah kehilangan salah satu organ vital, yakni ginjal.

Setelah beberapa bulan janji itu tak kunjung ditepati, Ita mengadukan masalah itu kepada dr Atma Gunawan. Ita mengatakan, Atma adalah salah satu dokter di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) yang menangani operasi pengangkatan ginjal Ita untuk selanjutnya ditransplantasikan kepada Erwin.

Baca Juga : Ada Jual Beli Organ Tubuh di Malang? (5)

Tidak Tahu Ada Operasi, Suami Penjual Ginjal Sempat Curiga saat Baca SMS dari Dokter di HP Istri

Karena bersimpati atas derita Ita, Atma memberikan bantuan uang pendidikan untuk Dini Triwulandari, anak Ita yang duduk di sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Batu. "Saya curhat ke dr Atma. Kemudian dokter memberikan uang pendidikan. Katanya akan membiaya sampai pendidikan anak saya selesai,” ungkap Ita kepada BatuTIMES.

Tepatnya September 2017, Atma membuat buku tabungan untuk Dini . Sejak saat itu,  setiap bulan  Dini menerima transfer uang Rp 500 ribu. 

Ketika wartawan BatuTIMES berkunjung  ke rumah Ita di Jl Wukir, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Dini  sedang bermain di teras rumahnya. Saat wartawan ini meminta menunjukkan tabungan tersebut, Dini langsung mengambil ke dalalm rumah. 

Tabungan tersebut tercetak atas nama Dini. Kemudian terlihat dalam lembar pertamanya pada 26 September menerima uang sejumlah Rp 500 ribu.

Menuru Dini, uang itu rutin ditransfer setiap bulan. Hanya, hDesember ini belum ada uang yang masuk dalam nomor rekeningnya. Tidak diketahui mengapa Atma tidak mentransfer uang yang sudah rutin dikirim sejak tiga bulan lalu. “Kalau uangnya sudah ditransfer, langsung diambil kakak saya, Dita Malinda,” ungkapnya dengan wajah polos.

Dini tidak tahu kalau uang itu dari Atma. Ita hanya memberi tahu bahwa setiap bulannya akan ada transfer uang dari temannya. “Iya Ibu bilangnya kalau setiap hulan akan ada teman ibu yang kirim uang. Sudah itu saja,” ungkapnya.

Setiap bulan,  uang sejumlah Rp 500 ribu itu,  digunakan untuk keperluan sekolah Dini. Mulai membeli buku dan sebagainya. “Uangnya ya saya pakai untuk keperluan sekolah. Nggak saya buat jajan, seperti beli buku atau yang lainnya,” kata perempuan berusia 13 tahun ini. (*)


Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Aditya Fachril Bayu

Top