Social Media

Share this page on:

Ada Jual Beli Organ Tubuh di Malang (10)

Terseret Dugaan Jual Beli Ginjal, Inilah Tanggapan Dua Dokter RSUD dr Saiful Anwar

21-12-2017 - 05:21
dr. Atma Gunawan SpPd- KGH (foto: Humas Universitas Brawijaya)
dr. Atma Gunawan SpPd- KGH (foto: Humas Universitas Brawijaya)

Ada Jual Beli Organ Tubuh di Malang? (10)

MALANGTIMES - Kasus Ita Diana (41) yang diiming-imingi sejumlah uang agar "mendonorkan" ginjal di RSUD dr Saiful Anwar menyeret nama dua dokter. Mereka adalah dr Atma Gunawan SpPD dan dr Rifai SpPD.

iklan

Berdasarkan pengakuan Ita, dia sempat bertemu dengan Atma dan menceritakan tengah terlilit utang di koperasi sebesar Rp 350 juta. Ita juga mengatakan bahwa tim dokter yang menangani operasi transplantasi ginjal pada pertengahan Februari silam termasuk Atma dan Rifai. Setelah pertemuan dengan Atma, Ita diminta menemui Rifai.

"Saya bertemu dokter bernama Rifai. Sebenarnya saya tidak berniat menjual ginjal. Tapi saya mau membantu jika ada orang yang membutuhkan dan orang tersebut tentunya juga harus membantu permasalahan utang saya," kata Ita kepada MalangTIMES.

Baca Juga : Ada Jual Beli Organ Tubuh di Malang? (9)

Berhati-hati, RSUD Saiful Anwar Minta Waktu Audit Internal

Saat MalangTIMES mencoba konfirmasi di pelayanan hemodialisa RSUD dr Saiful Anwar, Atma dan Rifai tidak ada di tempat. Sekretaris dokter Atma menanyakan maksud kedatangan kami. Ketika dijawab akan melakukan  wawancara dengan sang dokter, ia berujar bahwa Atma sudah pulang. “Sudah janjian? Dokter Atma sudah pulang,” kata dia, Selasa (19/12/2017) sore.

Dihubungi melalui pesan Whatsapp keesokan harinya, Atma tak menjawab. Pesan itu dibaca pada Rabu (20/12/2017) sore. Ponsel sang dokter aktif. Tetapi ketika nomor wartawan ini menghubungi, sambungan seluler diputus. Saat dihubungi menggunakan nomor lain, Atma mau mengangkat ponselnya.

MalangTIMES lantas menjelaskan kasus yang menyeret namanya. Atma berujar bahwa hal itu bukan kewenangannya untuk menjawab. “Itu tanyakan kepada rumah sakit, bukan saya. Tanya pada rumah sakit. Semua rumah sakit yang berhak menjawab,” kata dosen Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya ini lantas buru-buru mengakhiri pembicaraan dengan MalangTIMES.

Selain dokter Atma, ada nama lain yang juga disebut Ita Diana. Ia adalah dokter Rifai. Dikonfirmasi terkait hal ini, Rifai pun menolak memberikan keterangan. Dihubungi Rabu (20/12/2017) sore, nada suara Rifai tampak gusar saat MalangTIMES menjelaskan soal kasus yang menimpa Ita Diana. “Kalau itu, konfirmasi dengan pihak RSSA,” kata dia lantas memutus sambungan seluler.

Baca Juga : Ada Jual Beli Organ Tubuh di Malang? (8)

Merasa Diperas dan Diteror, Pembeli Ancam Pidanakan Penjual Ginjal

Dari keterangan Ita, dia mengaku operasi dilakukan oleh tim dokter RSUD dr Saiful Anwar. Meski tak menyebut pasti kapan pelaksanaan operasi, Ita mengatakan operasi dilakukan pada pertengahan Februari 2017 silam. Ruangan operasi, kata dia, ialah ruang operasi Paviliun Graha Puspa Husada lantai 3. Seperti apa penampakan ruang operasi itu? Temukan jawabannya hanya di media online MalangTIMES. (*)


Pewarta : Wahida Rahmania Arifah
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Aditya Fachril Bayu

Top