Social Media

Share this page on:

Ada Jual Beli Organ Tubuh di Malang? (13)

Pembeli Ginjal Mendadak Temui Penjualnya, Lakukan Pertemuan Tertutup Sekitar Satu Jam

21-12-2017 - 17:54
Suasana di halaman depan BLK LN Guna Insan Mandiri di Jalan Metro nomor 7 Kelurahan Bunulrejo. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Suasana di halaman depan BLK LN Guna Insan Mandiri di Jalan Metro nomor 7 Kelurahan Bunulrejo. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

Ada Jual Beli Organ Tubuh di Malang? (13) 
MALANGTIMES - Konflik jual beli ginjal yang melibatkan warga Kota Batu Ita Diana dengan warga Kota Malang Erwin Susilo terus bergulir. Siang ini (21/12/2017) Erwin berupaya menemui Ita di tempat pelatihan kerjanya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, saat ini Ita tengah mengikuti persiapan kerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW) ke luar negeri. Beberapa waktu terakhir, Ita mengikuti pendaratan di Balai Latihan Kerja (BLK) Guna Karya Insan Mandiri yang berlokasi di Jalan Metro nomor 7 Kelurahan Bunulrejo, Kota Malang. 

Erwin datang bersama seorang perempuan sintal dengan rambut sebahu yang ditengarai istrinya, Ninik. Mereka berdua mengenakan masker penutup wajah dan diantar sopir menggunakan mobil Toyota Innova dengan nopol Nanti 1094 DC. Datang sekitar pukul 13.30 WIB. Mereka berada di dalam kantor tersebut selama satu setengah jam hingga 15.00 WIB.  

iklan

Sayangnya pertemuan tersebut tertutup untuk awak media. Meski dari informasi yang dihimpun MalangTIMES, dalam pertemuan tersebut Ita juga sempat didampingi kuasa hukumnya Yassiro Ardhana Rahman.

Baca Juga : Ada Jual Beli Organ Tubuh di Malang? (8)

Merasa Diperas dan Diteror, Pembeli Ancam Pidanakan Penjual Ginjal

Yassiro sempat keluar sebentar dan mengatakan jika di dalam ruangan ada Ita dan Erwin tengah berdialog. Namun apakah sempat ada upaya intimidasi dari pihak Erwin, dia enggan menjawab. 

Sekitar pukul 14.30, pertemuan tersebut tampaknya sudah rampung. Saat itu, sopir Erwin keluar mengambil kendaraan sendiri.

Lalu mobil berwarna abu-abu itu berjalan pelan-pelan memutari kompleks belakang kantor PJTKI. Saat diikuti awak media, mobil tersebut langsung pergi dan meninggalkan Erwin yang masih di dalam kantor. 

Berjarak 30 menit, Erwin keluar dari kantor PJTKI itu. Dia berjalan tergesa-gesa untuk mencari angkutan kota (angkot) di Jalan Tumenggung Suryo. Dia pun menghindari pertanyaan awak media yang menunggu. 

Erwin mengaku ingin pulang dengan naik angkot. Dia enggan memberikan komentar. "Nanti di rumah saja, saya hubungi nanti. Jangan sekarang," ujarnya sambil berjalan tegas. 

Saat ditanya soal pertemuan tersebut, Erwin mengelak. Dia mengaku tidak bertemu dengan Ita. "Tidak bertemu dengan Ita, saya tadi diajak teman," ujarnya.

"Tadi ketemu yang punya rumah, diajak teman saya," lanjutnya. Namun dia mengaku tidak berteman dengan pengelola PJTKI tempat Ita menunggu keberangkatan kerja.

Karena berjalan tergesa-gesa, sandal hitam yang dia kenakan sempat kena kerikil. Meski terganggu dia tetap berjalan tanpa memperdulikan awak media yang mengejar konfirmasi.

Soal operasi ginjal yang dilakukan, dia tidak menjawab. "Tanyakan rumah sakit saja. Saya nggak bisa komentar," tuturnya. Saat ditanya soal kesehatannya pun, Erwin memilih bungkam dan langsung masuk ke angkot AMG yang menuju arah Gadang. 

Sementara itu, pengelola BLK LN Guna Karya Insan Mandiri enggan berkomentar soal pertemuan tersebut. Namun berdasarkan informasi yang diterima MalangTIMES, saat ini seluruh berkas ketenagakerjaan Ita sudah lengkap dan tinggal menunggu visa untuk diberangkatkan ke Singapura. 


Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Heryanto
Publisher : Aditya Fachril Bayu

Top