Social Media

Share this page on:

Ada Jual Beli Organ Tubuh di Malang (15)

Berikut Bukti Chat Whatsapp Salah Satu Dokter RS Saiful Anwar dengan Penjual Ginjal

21-12-2017 - 20:46
Bukti salah obrolan via whatsapp antara dr Rifai dan Ita Diana, penjual ginjal yang kasusnya saat ini menjadi gempar secara nasional (Foto : Screenshot pesan whatsapp dari handphone Ita Diana)
Bukti salah obrolan via whatsapp antara dr Rifai dan Ita Diana, penjual ginjal yang kasusnya saat ini menjadi gempar secara nasional (Foto : Screenshot pesan whatsapp dari handphone Ita Diana)

Ada Jual Beli Organ Tubuh di Malang (15)

MALANGTIMES - Keterlibatan dua dokter RSUD Saiful Anwar Malang dalam kasus transplantasi ginjal milik Ita Diana, warga Kelurahan Temas Kota Batu akan semakin sulit terbantahkan.

iklan

Selain pengakuan orang-orang terdekat Ita Diana tentang kebenaran transplantasi ginjal yang menyeret dua nama dokter RSUD Saiful Anwar (dr Rifai dan dr Atma), ternyata penjual ginjal ini juga masih menyimpan bukti obrolannya dengan dr Rifai via whatsapp.

Obrolan itu terjadi setelah kasus ini tercium oleh media. Bahkan, menurut pengakuan Ita Diana dr Rifai sangat sering menghubunginya lewat pesan whatsapp setelah kasusnya mulai banyak diketahui publik.

Menurut Ita Diana, lewat pesan whatsappnya, dr Rifai menyarankan agar dirinya segera menemui dr Atma. Namun, karena ia masih trauma karena keluarganya dikejar-kejar orang untuk membayar hutang, dirinya mengaku belum bisa menemui dr Atma seperti yang disarankan dr Rifai.

"Saya sering mendapat pesan dari dr. Rifai. Beliau meminta saya segera menemui dr. Atma," ucap Ita Diana.

Bahkan, dr. Rifai waktu itu menyampaikan jika Ita tidak bisa menemui dr. Atma, bisa diwakilkan kepada anaknya.

"Anaknya njenengan (baca kamu) tidak apa-apa, penting bu," kata dr. Rifai lewat pesan Whatsapp-nya.

Tidak hanya itu, dr. Rifai juga mempertanyakan kepada Ita Diana mengapa banyak wartawan  yang menghubunginya.

"Saya sudah dihubungi wartawan untuk kasus sampean (baca kamu). Dari mana mereka tahu nomor telepon saya. Apa maksudnya ini?," tanya dr. Rifai kepada Ita Diana.

"Maaf dok saya tidak tahu, saya pun juga dikejar wartawan, padahal kartu sudah saya buang," jawab Ita menjawab pertanyaan dr Rifai.

dr. Rifai terus mendesak Ita segera menemui dr. Atma agar kasusnya ini cepat terselesaikan. Ita yang saat itu mengaku sudah tidak tahu harus bagaimana, akhirnya ia hanya bisa mengulangi jawabannya bahwa kini keluarganya dikejar-kejar orang yang menagih hutang. "Saya itu takut kalau suami saya tahu," ucap Ita sembari meneteskan air mata.

Baca Juga : Ada Jual Beli Organ Tubuh di Malang? (7)

Tubuh Tersayat, Ginjal Terambil, Utang Tak Juga Lunas

Sebenarnya, lanjut Ita Diana, dirinya hanya ingin meminta dr. Rifai dan dr. Atma membantunya mengomunikasikan kepada pembeli ginjalnya (Erwin Susilo, red) agar  segera menepati janjinya.

"Di sini saya hanya minta bantuan dokter agar Pak Erwin menepati janjinya. Karena Pak Erwin janjinya hanya dimulut saja dan tidak ada hitam diatas putih. Itu berarti beliau dari awal ada niat untuk membohongi saya," papar Ita.

Setelah diberitakan MalangTIMES, Ita Diana mengaku sangat bersyukur karena banyak orang yang tahu dan ingin membantunya keluar dari masalah yang membelitnya hampir satu tahun ini.

"Sekarang saya juga bingung banyak orang yang mau membantu saya. Padahal saya ini orang tidak punya," tulis Ita di pesan whatsapp-nya..

Begitu Ita membalas Whatsapp tersebut, dr. Rifai lagi-lagi memberi solusi agar segera menemui dr. Atma. "Saran saya segera temui dr. Atma," kata dr. Rifai menutup pesan whatsappnya.


Pewarta : Hendra Saputra
Editor : Heryanto
Publisher : Aditya Fachril Bayu

Top