Social Media

Share this page on:

Akreditasi Jurusan Kampus Swasta di Malang Dipertanyakan (14)

Akui Ada Jurusan Masih Terakreditasi C, Rektor Unmer Nilai Syarat CPNS di Indonesia Tidak Fair

01-01-2018 - 20:58
Rektor Universitas Merdeka Malang Prof Dr Anwar Sanusi SE MSi. (Foto: Dok MalangTIMES)
Rektor Universitas Merdeka Malang Prof Dr Anwar Sanusi SE MSi. (Foto: Dok MalangTIMES)

Akreditasi Jurusan Kampus Swasta di Malang Dipertanyakan (14)

 

iklan

 

MALANGTIMES - Salah satu kampus swasta di Kota Malang yang masih memiliki jurusan dengan akreditasi C adalah Universitas Merdeka (Unmer) Malang.  Meskipun, saat ini secara kelembagaan Unmer Malang sudah terakreditasi B.

Data dari Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah VII menyebutkan bahwa Unmer Malang memiliki empat jurusan yang masih terakreditasi C. 

Keempat jurusan tersebut adalah D3 Bahasa Inggris, S-1 Teknik Elektro, S-1 Teknik Industri dan S-2 Arsitektur. Masing-masing masih berakreditasi C.

Namun demikian, data ini dibantah Rektor Universitas Merdeka Malang Prof Dr Anwar Sanusi SE MSi. Dia mengatakan, ada salah satu program studi yakni S-1 Teknik Industri yang telah memperoleh akreditasi B. Hal tersebut telah diraih beberapa waktu lalu setelah melakukan rekareditasi.

"Yang akreditasinya masih C hanya jurusan Bahasa Inggris dan Teknik Elektro. Sedangkan Teknik Industri kami sudah B,"ujarnya.

Untuk kedua jurusan yang masih terakreditasi C tersebut Anwar mengakui mengalami kesulitan dalam mengupgrade akreditasi prodi tersebut.

Hal itu karena kurang maksimalnya karya ilmiah dosen. Selain itu minimnya pengabdian masyarakat dan banyaknya dosen muda yang belum melakukan kenaikan jabatan juga menjadi salah satu faktor sulitnya memperoleh akreditasi B.

"Dua prodi ini sudah tiga kali melakukan rekareditasi tapi masih C saja. Faktor minat mahasiswa juga memengaruhi akreditasi kami,"ungkap Anwar.

Sedangkan untuk prodi S-2 Arsitektur, Anwar menolak prodi di pasca sarjananya ini mendapat predikat akreditasi C. Sebab, menurut Anwar prodi tersebut masih belia usianya sehingga belum bisa mengajukan akreditasi.

"Prodi S-2 Arsitektur dan S-2 Akuntansi usianya baru satu tahun jadi tidak bisa dikatakan akreditasinya C karena kami belum mengajukan akreditasi. Saat SK turun prodi ininstatusnya terakreditasi bukan akreditasi C. Untuk memperoleh akreditasi baru nanti setelah 2 tahun prodi ini berdiri,"jelasnya.

Meski begitu Anwar mengaku masih terus berupaya untuk melakukan perbaikan terhadap prodi-prodi yang masih terakreditasi C dan prodi yang belum reakreditasi.

Hal utama yang menjadi target adalah peningkatan prestasi mahasiswa, peningkatan pengabdian masyarakat serta publikasi karya ilmiah para dosen.

Saat disinggung soal Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) yang menyatakan calon pegawai negeri sipil haruslah berasal dari lulusan prodi terakreditasi A, Anwar menilai hal tersebut merupakan kebijakan yang tidak fair.

Sebab, dia menilai dengan adanya peraturan tersebut hanya akan memberi peluang bagi lulusan prodi yang terakreditasi A saja.

"Padahal lulusan dari prodi akreditasi B kan belum tentu tidak sebaik dari akreditasi A. Baik tidaknya kan tergantung mahasiswanya bukan hanya lembaga. Kalau seperti itu yang berpeluang berposes hanya lulusan dengan akreditasi A saja dong? Kan itu rasanya tidak adil," pungkasnya.


Pewarta : Hezza Sukmasita
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah

Top