Social Media

Share this page on:

Sarang Copet, Hati-Hati Naik Bus Restu (2)

Korban Copet Memilih Curhat di Facebook karena Lapor Manajemen Bus Restu dan Polisi Tidak Ada Tindaklanjut

29-01-2018 - 14:57
ilustrasi (Foto : Blog Takin)
ilustrasi (Foto : Blog Takin)

MALANGTIMES - Hari Kurniawan, penumpang yang punya pengalaman tiga kali berurusan dengan sindikat pencopet di Bus Restu punya alasan sendiri mengapa memilih curhat di facebook.

Menurutnya, kejadian yang dialaminya pada 17 Januari lalu merupakan yang ketiga kalinya. Sebelumnya, Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Disabilitas Jawa Timur ini pernah mengalami kecopetan ketika naik Bus Restu di Probolinggo.

iklan

Dompet yang berisi uang dan kartu-kartu penting akhirnya amblas ke tangan si pencopet, termasuk kartu advokad miliknya.

Terhadap kejadian sekitar beberapa bulan lalu itu ia mengaku sudah pernah melaporkannya ke polisi namun hanya diberi surat jalan.

Tidak hanya ke polisi, dia juga melaporkan kejadian yang menimpanya ini ke Manajemen Perusahaan Otobus (PO) Restu.

“Saya sebenarnya waktu itu minta surat keterangan kehilangan ke polisi tapi justru hanya dikasih surat jalan. Kartu advokad itu kan penting buat saya karena menyangkut profesi saya,” jelas Wawa, sapaan akrab Hari Kurniawan.

Ia juga memilih bercerita di facebook karena apa yang ia alami ini menyangkut kepentingan orang banyak. Selama ini, ternyata tidak hanya dia yang mengalami kejadian yang sama.

Banyak orang pernah menjadi korban aksi copet di Bus Restu. Khususnya, mereka yang bepergian menggunakan bus ini pada malam hari.  

“Saya ini bukan korban satu-satunya. Banyak teman yang mengalami kejadian yang sama. Ini harus menjadi perhatian bersama agar kejadian ini tidak terulang ke orang lain. Baik Manajemen PO Restu maupun pihak berwajib harus menindaklanjuti kasus yang meresahkan banyak orang ini,” tegasnya.

Ia bercerita banyak modus yang dijalankan para pencopet di Bus Restu. Sebagian ada yang berpura-pura menjadi pedagang asongan. Padahal niatnya mencari celah untuk melancarkan aksinya.  

“Karena saya sangat sering naik bus dan menyelidiki modus para pencopet ini sehingga sangat hafal bagaimana mereka beraksi menyasar mangsanya,” beber Wawa.

Sementara itu, curhatan Hari Kurniawan di akun facebooknya mendapat apresiasi ratusan warganet. Sebagian netizen menyatakan tidak kaget dengan peristiwa ini karena sudah sering terjadi di bus yang sama. Netizen banyak yang bersemangat mengeshare info penting ini kepada banyak orang.

Salah satu pemilik akun facebook bernama AbdulQodir Zoeman pada bagian kolom komentar bercerita bahwa bagaimana pelayanan yang ada di Bus Restu.

Ia menulis,”2 minggu yang lalu, penumpang bus restu tiba-tiba diturunkan paksa di Ranuyoso. Lalu terjadi adu mulut antara sopir restu dengan penumpangnya. Penumpang tersebut dikata-katain oleh kenek, kondektur dan beberapa temannya, yang mengaku orang Klakah (salah satu kecamatan di Lumajang). Penumpang tersebut juga sempat dipukul namun tidak melawan karena sopirnya banyak temannya,” tulis AbdulQodir.    

Untuk melihat secara detail bagaimana isi curhatan Hari Kurniawan dan respons warganet terhadap tulisannya ini, MalangTIMES akan menghadirkan secara lengkap screenshot akun facebook korban


Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha

Top