Social Media

Share this page on:

Sarang Copet, Hati-Hati Naik Bus Restu (3)

Pria Ini Jadi Saksi Pencopet Ancam Ibu Paruh Baya di Bus Restu

29-01-2018 - 15:16
Ilustrasi MalangTIMES
Ilustrasi MalangTIMES

MALANGTIMES - Benarkah PO Restu adalah bus sarang copet? Kisah demi kisah tentang benar tidaknya isu ini kami coba telusuri.

Kini seorang pria bernama Jefri Gunawan bertutur tentang kejadian yang ia alami kepada MalangTIMES.

iklan

Jefri tidak menyangka keputusannya naik bus tengah malam berlanjut pada kisah menegangkan. Seperti apa?

"Waktu itu saya naik bus tengah malam. Karena paginya saya harus kerja. Saya mau pulang ke Probolinggo. Karena sudah larut akhirnya naik  mobil elf. Turun di Pasuruan, saya naik bus rute Surabaya-Probolinggo. Saya naik Restu warna putih," kata dia.

Kejadian itu berlangsung cukup lama. Jefri mengatakan sekitar tahun 2004. Waktu itu ia masih menempuh studi di Universitas Negeri Malang (UM). Kisah Jefri di PO Restu pun dimulai. Ia masih ingat betul saat naik bus.

"Di dalam bus itu penumpang tidur semua. Kecuali ada delapan orang. Itu mereka pakai topi yang sama. Warnanya gelap abu-abu," ucap Jefri lantas terdiam sejenak.

Jefri menghela nafas panjang. "Nah, saya duduk kebetulan di sebelah ibu-ibu. Anehnya ibu ini menangis. Saya kaget. Saya tanya kenapa bu. Ibu ini cerita kalau dia hampir kecopetan dan diancam sama orang pakai topi. Dua orang," tutur Jefri.

Ada delapan orang pria bertopi di Bus Restu yang ia tumpangi malam itu. "Tiga orang di belakang. Sisanya di depan dan tengah. Ibu ini bilang dua orang bertopi mau nyopet tapi gagal karena Ibu ini sadar dari tidurnya. Tapi mereka ngancam pakai pisau kalau Ibu ini teriak."

Merasa iba, Jefri akhirnya berjanji akan menjaga sang Ibu hingga tiba di tujuan. Ibu ini kata Jefri, berusia sekitar 55 tahun. Sayang, ia lupa nama sang Ibu yang diancam pencopet PO Restu itu.

"Ibu ini bilang tolong mas saya takut. Akhirnya saya memutuskan mengawal si Ibu tadi. Pas turun Probolinggo, saya ikut turun juga," sambung Jefri.

Tiba-tiba, delapan orang bertopi yang Jefri duga sebagai pencopet ikut turun. Bukan hanya itu saja, Jefri menyaksikan sendiri mereka berdelapan bagi-bagi uang. "Di pojokan mereka bagi-bagi uang. Disitu saya akhirnya pastikan wah ternyata benar komplotan tadi memang pencopet. Herannya kondektur bus yang saya tumpangi tadi juga ikut turun," ungkapnya.

Jefri tidak mau berkomentar apakah benar selentingan ada keterlibatan oknum kondektur dan sopir PO Restu dengan kawanan copet itu benar adanya. (*)


Pewarta : Wahida Rahmania Arifah
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha

Top