Social Media

Share this page on:

Karena Ini Keripik Bang Zay Mampu Tembus Pasar Indomaret

01-02-2018 - 21:40
Owner Paradis Crunch Bang Zay Zainal Efendi menunjukkan produknya di salah satu Indomaret. (Foto: Hezza Sukmasita/MalangTIMES)
Owner Paradis Crunch Bang Zay Zainal Efendi menunjukkan produknya di salah satu Indomaret. (Foto: Hezza Sukmasita/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Meski bermula dari produk UMKM namun keripik pisang Paradis Crunch Bang Zay berhasil menarik hati petinggi PT Indomarco Prismatama untuk memasarkan produk keripik pisang tersebut di Indomaret. Owner keripik pisang Paradia Crunch Zainal Efendi membenarkan tersebut.

Kepada MALANGTIMES pria yang akrab disapa Bang Zay ini mengisahkan bagaimana produknya bisa sampai di rak Indomaret di Malang Raya. Ia mengaku sempat didatangi salah satu petinggi Indomaret, peluang Bang Zay pun mulai terbuka semakin lebar di sini. 

iklan

"Waktu itu sempat didatangi oleh pihak Indomaret. Ditawari untuk dipasarkan lewat Indomaret,"ujar Bang Zay.

Meski ditawari langsung oleh pihak Indomaret, Bang Zay mengaku masih belum tertarik untuk menjual produknya di toko modern tersebut.

Sebab, selain harus memenuhi listing fee rupanya cerita negatif dari rekan-rekan sesama UMKM sempat membuat nyalinya ciut. 

"Saya juga sempat diceritain teman-teman kalau bayarnya mahal sampai puluhan juta, belum lagi banyak retur. Itu yang bikin saya nggak minat waktu itu. Tapi alhamdulillah Indomaret membebaskan listing fee untuk kita," kisahnya. 

Menurutnya, kerugian UMKM yang masuk ke Indomaret disebabkan karena packaging yang kurang sempurna. Selain itu harga yang ditawarkan UMKM kebanyakan pun terlalu mahal. Hal itu juga lah yang membuat konsumen enggan membeli. 

"Selama ini packaging UMKM belum standart. Konsumen kan menang milih. Apalagi ada produk sejenis. Pasti milih yang harganya lebih murah packaging menarik dan rasa yang lebih enak. Nah, produk UMKM kebanyakan kasih harga mahal. Padahal untuk snack di Indomaret harga harus di bawah 20 ribu, "jelasnya. 

Hingga hari ini Paradis Crunch Bang Zay dijual dengan kemasan 75 gram. Dari yang sebelumnya dikemas menggunakan plastik sekarang mulai menggunakan kemasan standar dengan plastik alumunium foil dan kardus. 

"Pemasarannya sekarang sudah sampai Bali dan Jombang selain di Malang Raya," pungkasnya.

Bang Zay mengajak para pelaku UMKM terus berinovasi dan menyempurnakan produknya agar mampu bersaing di pasar lokal hingga nasional.


Pewarta : Hezza Sukmasita
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah

Top