Social Media

Share this page on:

Kuasa Hukum Soeja'i Menilai Akta Terdapat Kecacatan

12-02-2018 - 22:03
Akta yang dikeluarkan sebagai dasar pelantikan Christea Frisdiantara(Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Akta yang dikeluarkan sebagai dasar pelantikan Christea Frisdiantara(Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kasus dualisme Perkumpulan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi Persatuan Guru Republik Indonesia (PPLP PT PGRI) Malang, terus berbuntut panjang. Pasalnya pihak Soeja'i tetap tidak mengakui Christea Frisdiantara sebagai ketua PPLP PT PGRI meski telah memiliki akta Kementrian Hukum dan Ham(Kemenkumham).

Pihak Soeja'i melalui kuasa hukumnya menyebut, MS Al Haidary.SH mengatakan, bahwa dalam akta yang dikeluarkan Kemenkumham atas dasar pelantikan Christea Frisdiantara sebagai Ketua PPLP PT PGRI terdapat cacat.

iklan

Ia menjelaskan, dalam akta tertulis pada konsideran huruf A dalam akta, tentang perubahan badan hukum perkumpulan. Jadi yang dirubah badan hukum perkumpulan. Konsideran huruf B bahwa berdasar pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf A, menetapkan keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia tentang  persetujuan perubahan badan hukum perkumpulan. 

"Perkumpulan satu jenis badan hukum. Karena disini disebut dirubah, kemudian perubahan ini menjadi apa, apa yayasan, Perseroan Terbatas(PT), organisasi masyarakat(ormas), Parpol atau apa?, Ini nggak jelas,"ungkap Haidary(12/2/2018).

Kemudian, menurut Haidary ada hal yang lebih aneh lagi, adalah diktum atau pernyataan memutuskan, mentetapkan, memberikan persetujuan perubahan anggaran dasar. 

"Yang benar yang mana, pertimbangannya atau konsideran tentang perubahan badan hukum perkumpulan, tapi dalam diktum perubahan anggaran dasar, ini cacat,"ujarnya saat ditemui dikantornya

Dalam judul besar, semestinya adalah perubahan anggaran dasar. Bukan tentang perubahan badan perkumpulan. Karena perkumpulan ini badan hukum, dan dalam akta adalah perubahan, bentuk perubahan seperti apa.

"Antara judul, konsideran dengan diktum tidaklah sama. Bagaimana ceritanya, syukur-syukur dia tahu, yang saya khawatir dia tak tahu, "paparnya

Terkait permasalahan tersebut , saat ini sudah masuk ke Pengadilan Tata Usaha Negara(PTUN) Jakarta untuk pengujian akta yang sudah dikeluarkan dan menjadi dasar pelantikan Christea Frisdiantara


Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah

Top