Social Media

Share this page on:

Sidang Paripurna, Ketua DPRD Kabupaten Malang Warning Keras Para Camat, Ada Apa?

13-02-2018 - 12:42
Ketua DPRD Kabupaten Malang Hari Sasongko memberikan peringatan terhadap ketidakhadiran camat dalam sidang paripurna, Selasa (13/02) di ruang sidang DPRD (Foto: Nana/ MalangTIMES)
Ketua DPRD Kabupaten Malang Hari Sasongko memberikan peringatan terhadap ketidakhadiran camat dalam sidang paripurna, Selasa (13/02) di ruang sidang DPRD (Foto: Nana/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Ketua DPRD Kabupaten Malang, Hari Sasongko yang memimpin sidang paripurna perubahan dua Peraturan Daerah (Perda), Selasa (13/02) memberikan peringatan cukup keras terhadap seluruh camat. 

Pasalnya, sidang paripurna yang dihadiri oleh eksekutif dan legislatif dalam pandangan umum fraksi DPRD Kabupaten Malang atas perubahan Perda Nomor 2 tahun 2009 dan Perda Nomor 9 tahun 2016, ternyata berbarengan dengan agenda Musrenbang Kecamatan di beberapa kecamatan. 

iklan

"Ini tentunya tidak boleh terjadi. Camat sebagai bagian dari eksekutif wajib mengikuti agenda penting paripurna yang sudah ditetapkan," ujar Hari Sasongko setelah acara sidang selesai, Selasa (13/02) kepada media. 

Hari yang menyatakan kekecewaannya tersebut  di penghujung acara setelah pembacaan pandangan umum fraksi DPRD Kabupaten Malang, juga menekankan kepada anggota yang ada untuk tidak menghadiri acara Musrenbang Kecamatan di dapilnya. 

Wabup Malang HM Sanusi mendukung kritik Ketua DPRD Kabupaten Malang yang terlihat kecewa dalam sidang paripurna yang tidak dihadiri camat karena alasan Musrenbang Kecamatan. (Nana)

"Saya tidak akan mengizinkan anggota untuk hadir di kecamatan," tegas politisi dari PDI Perjuangan kepada seluruh undangan sidang paripurna. 

Wakil Bupati Malang HM Sanusi yang menghadiri sidang paripurna juga menyayangkan ketidakhadiran sebagian camat yang merupakan bagian dari jajarannya tersebut. 

Abah Sanusi mendukung adanya protes dari Ketua DPRD Kabupaten Malang. Menurutnya ada acara apapun dalam kegiatan pemerintahan di kecamatan, saat ada sidang paripurna, wajib ditunda. "Ini jelas. Bupati telah menginstruksikannya,  kalau ada acara paripurna, tunda kegiatan dan camat wajib  hadir. Tidak boleh diwakilkan, apalagi tidak hadir," tegas Abah Sanusi. 

Peringatan dari Ketua DPRD serta Wabup Malang mengenai hal tersebut didasari dengan urgenitas acara sidang paripurna yang menjadi kewajiban seluruh eksekutif dan dewan. Kehadiran menjadi mutlak dalam memperlancar proses pembahasan serta hasil dari sidang tersebut. 

"Maka saat waktunya sidang paripurna, camat wajibnya menunda Musrenbang dan hadir di sidang," pungkas Abah Sanusi. 


Pewarta : Nana
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah

Top