Social Media

Share this page on:

Ngeri, Peresmian Kampung Kramat Suguhkan Kopi Tulang

13-02-2018 - 14:57
Kopi Cap Tulang hasil panen dari tanaman yang ditanam di lahan makam (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)
Kopi Cap Tulang hasil panen dari tanaman yang ditanam di lahan makam (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Ada Hal yang menarik dalam peresmian Kampung Kramat di kawasan Makam Kasin, Kelurahan Kasin, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Di antara kompleks makam-makam tua, para pengunjung disuguhi dengan minuman kopi tulang. 

Dikemas dengan kemasan warna coklat, dan terdapat gambar tengkorak manusia, memang sedikit membuat para pengunjung  bergidik melihatnya. Namun tak usah takut, itu hanyalah kemasan untuk membuat daya tarik kopi produksi dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemakaman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Malang.

iklan

Meskipun bernama Kopi Cap Tulang, namun tak usah takut, kopi tersebut bukan lah kopi yang terbuat dari tulang, melainkan kopi murni yang proses penanamannya memanfaatkan lahan kawasan makam. Sehingga kopi tersebut aman sekali untuk dinikmati. 

Kepala UPT Pemakaman Taqroni Akbar melalui Staf Adminiatrasi, Hariani mengungkapkan, bahwa hal ini adalah inovasi dari UPT Pemakaman dalam memanfaatkan lahan makan untuk ditanami kopi. Selain itu, dengan penanaman kopi yang direncanakan akan disebar di sembilan makam di Kota Malang, diharapkan juga bisa menjadi daya tarik tersendiri dari para pengunjung makam.

"Ya ini kopi dari hasil panenan perdana tanaman kopi jenis Robusta yang ditanam di TPU Nasrani Sukun. Panenan pertama masih 10 kg," jelasnya saat ditemui di kawasan Kampung Kramat,Selasa (13/2/2018).

Masih minimnya panenan kopi ini, dikarenakan masih hanya sebagian kecil dari ribuan pohon. Poho-pohon tersebut masih belum berbuah karena umur pohon masih sekitar kurang lebih satu tahun.

"Ada 1200 pohon kopi yang ditanam, masih banyak yang belum berbuah. Namun selalu terus dilakukan perawatan agar lebih maksimal dalam produksi buah kopinya," ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang, HM.Anton mengatakan, bahwa ia sangat mengapresiasi akan inovasi kopi makam cap tulang ini.  Terlebih lagi, jika memang dalam potensinya banyak diminati masyarakat, bukan tak mungkin dalam produksinya akan lebih digenjot lagi, bahkan sampai menjadi industri besar.

"Ini suatu gagasan yang menarik, dengan namanya dan rasa khas, memang bisa menjadi daya tarik tersendiri. Apalagi dengan diresmikannya Kampung Kramat, bisa menjadi souvenir," pungkasnya.


Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah

Top