Social Media

Share this page on:

Tarif Portal Lahor Dipertanyakan, Badan Pendapatan Daerah : Harusnya Ada Bagi Hasil

13-02-2018 - 18:34
Portal di bendungan Lahor, Karangkates, Sumberpucung yang dikelola oleh Perum Jasa Tirta I. Setiap kendaraan yang melintas dikenai karcis retribusi, Selasa (13/02) (Nana)
Portal di bendungan Lahor, Karangkates, Sumberpucung yang dikelola oleh Perum Jasa Tirta I. Setiap kendaraan yang melintas dikenai karcis retribusi, Selasa (13/02) (Nana)

MALANGTIMES - Penarikan retribusi kendaraan di pintu masuk yang diportal oleh Perum Jasa Tirta I di  Bendungan Lahor Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, mulai dipertanyakan. 

Setelah terbilang lama diberlakukan penarikan retribusi kendaraan,  baik roda dua  maupun roda empat,  Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Malang mempertanyakan persoalan tersebut. 

iklan

Purnadi Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Malang menyatakan,  seharusnya dari pungutan retribusi kendaraan tersebut ada bagi hasil dengan pemerintah daerah. "Harusnya ada bagi hasil dari besaran retribusi tersebut. Tapi kita belum tahu besarannya. Nanti coba saya cek ulang datanya, " kata mantan Kadispendukcapil Kabupaten Malang,  Selasa (13/02). 

Pemberlakuan tarif portal di bendungan Lahor Karangkates,  memang menimbulkan pertanyaan. Satu sisi retribusi yang dipergunakan bukan milik atau yang diterbitkan Pemerintah Daerah Kabupaten Malang.  Tapi,  pemberlakuan tarif kendaraan yang melintas berada di wilayah Kabupaten Malang.   

Perum Jasa Tirta I menarik retribusi kendaraan dengan berpedoman pada Peraturan Pemerintah (PP) RI nomor 46 tahun 2010 tentang Perum Jasa Tirta I dan Undang-Undang (UU) RI nomor 28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Di kesempatan yang sama, persoalan tersebut juga memancing lahirnya pertanyaan dari Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Malang Sutrisno Murdi. 

Sutrisno mengatakan,  pihaknya memang tidak mengetahui besaran bagi hasil dari penarikan retribusi tersebut.  "Kita terus terang tidak tahu. Walau pernah kita tanyakan hal ini (portal,  red) ke pihak terkait. Tapi kalau mengenai pajak setiap tahun memang ada, " ucapnya kepada media. 

Disinggung mengenai bagi hasil portal,  Sutrisno hanya mengetahui bahwa bagi hasilnya baru dimulai tahun 2015. Jadi sebelum itu memang tidak ada, " ujarnya yang kembali menegaskan tidak begitu mengetahui besaran nominalnya. "Karena jadi satu pembayarannya dengan pajak wisata bendungan di sana, " imbuh Sutrisno. 

Pun,  saat ditanya adanya kenaikan tarif retribusi kendaraan yang melintasi portal di bendungan lahor tersebut,  pihaknya juga menyoroti hal tersebut.  

Sutrisno menyatakan,  perubahan besaran tarif dari seribu rupiah menjadi dua ribu rupiah untuk roda dua serta dari dua ribu rupiah ke tiga ribu rupiah untuk roda empat, tidak difahaminya. 

"Karena memang kita tidak ada sangkut pautnya dengan adanya kenaikan itu. Ini dimungkinkan inisiatif dari Jasa Tirta sendiri. Kita nanri coba bicarakan tentang persoalan ini, " pungkas Sutrisno. 


Pewarta : dede Nana
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah

Top