Social Media

Share this page on:

Jangan Lewatkan Hamparan Bunga Matahari Bermekaran, Satu Bulan Lagi Layu

13-02-2018 - 19:34
Hamparan bunga matarari di taman Megastar, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Hamparan bunga matarari di taman Megastar, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

MALANGTIMES - Ingin merasakan sensasi berada di tengah-tengah kebun bunga matahari?  Segera saja berkunjung ke area taman Megastar, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu. Waktu yang tersisa bagi wisatawan juga tidak lama lagi. Tinggal satu bulan ke depan, bunga-bunga matahari ini bakal segera layu. Sebab saat ini usia bunga yang bermekaran sudah dua bulan. Sementara masa mekarnya hingga tiga bulan.

“Masa mekar bunga matahari ini hanya tiga bulan saja. Dan yang sekarang bermekaran ini usianya sudah dua bulan, ya berarti kurang sebulan lagi layu,” ungkap Sugiono, penanggung jawab Megastar, Selasa (13/2/2018).

iklan

Begitu bunga layu, akan dipotong untuk digunakan pakan ternak kuda. Untuk saat ini dilahan 0,10 hektar khusus untuk bunga matahari ini terdapat 4 ribu batang bunga matahari. 

Diketahui, mulanya ditanam bunga matahari ini memang sengaja untuk dikonsumsi oleh kuda. Namun karena dirasa wisatawan sangatkan jarang dan bagus dijadikan spot swafoto, sehingga pihak pengelola memanfaatkan moment tersebut.

“Awalnya bukan untuk spot swafoto, tapi sebagai pakan kuda. Tetapi saat wisatawan ke sini lihat bunga matahari banyak yang menjadikan spot swafoto,” katanya saat ditemui di lokasi.

Hingga saat ini bunga-bunga matahari itu memiliki panjang batang hingga 1,5 meter. Hanya saja ukuran bunga matahari untuk saat ini belum maksimal. 

Bagi wisatawan yang ingin memanfaatkan momen bersama bunga matahari ini harus membayar Rp 15 ribu per orang, termasuk berfoto dengan kuda. Sedangkan untuk tiket masuknya Rp 10 ribu per orang.

“Banyak sekali yang suka dengan taman bunga matahari. Sehingga kunjungannya itu bisa mencapai 50-100 orang setiap weekend,” jelas warga Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang ini.

Sedangkan untuk berkuda wisatawan dikenakan biaya Rp 50 ribu dengan tiga kali putaran dan didampingin oleh petugas. Kali ini di tempat wisata peternakan kuda ini terdapat 50 ekor kuda betina dan pejantan. Kuda ini rata-rata adalah kuda dari Australia. 

Nantinya di tempat wisata ini akan ditambah fasilitas seperti area playground untuk anak-anak, spot swafoto, outbound, gazebo dan panahan. 

“Meskipun kita adalah tempat peternakan, tapi gak boleh kalah karena juga tempat wisata. Karena sekarang mengikuti tren, sehingga perlu sekali ada spot swafoto tambahan. Karena itu yang jadi Daya tarik,” imbuhnya kepada BatuTIMES.

Sementara itu, Indah Rahayu pengunjung asal Malang sudah menantikan bermekarannya bunga matahari di taman Megastar tersebut. Sebab pemandangan tersebut sangat jarang dijumpai, sehingga ia tidak ingin terlewatkan.


Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah

Top