Social Media

Share this page on:

Tembus 1 Miliar Rupiah, Dana PMI Terus Meningkat dengan Menggeliatnya Pariwisata

09-03-2018 - 13:20
Nasril (enam dari kiri), ketua Bulan Bakti PMI, bersama Bupati Malang Rendra Kresna serta kepala OPD dalam acara Bulan Bakti PMI di pendapa Kabupaten Malang, Jumat (09/03). (Nana)
Nasril (enam dari kiri), ketua Bulan Bakti PMI, bersama Bupati Malang Rendra Kresna serta kepala OPD dalam acara Bulan Bakti PMI di pendapa Kabupaten Malang, Jumat (09/03). (Nana)

MALANGTIMES - Perolehan dana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang tahun 2017 tembus sebesar Rp 1,18 miliar. Mengalami peningkatan setiap tahunnya dari target yang ditetapkan. 

Tercatat,  tahun 2016 target dana PMI sebesar Rp 1 miliar tembus menjadi 1,01 miliar. Tahun berikutnya meningkat sekitar Rp 170 juta  dari hasil yang  telah dilampaui. Hal ini disampaikan oleh  Ketua Bulan Bakti PMI Nasril dalam acara penyerahan Bulan Dana PMI Kabupaten Malang di Pringgitan Pendapa Agung Kabupaten Malang, Jumat (09/03). 

iklan

"Setiap tahun pengumpulan dana PMI  selalu meningkat. Ini berkat sinergitas seluruh masyarakat di Kabupaten Malang," kata Nasril sesuai acara.

Peningkatan dana PMI tahun 2017 yang dilaporkan dalam acara,  dipicu menggeliatnya sektor pariwisata di Kabupaten Malang dalam dua tahun terakhir ini. Berbagai destinasi wisata yang bermunculan telah menarik banyak wisatawan berkunjung. Eksesnya, karcis masuk wisata yang di dalamnya terdapat dana untuk PMI juga  terkerek naik. "Partisipasi penambahan dana PMI beberapa  tahun ini memang ditunjang dengan geliat pariwisata  yang terbilang tinggi," ujar Nasril

Dalam kesempatan yang sama, Ketua PMI Kabupaten Malang Dr H Rendra Kresna mengatakan, geliat pariwisata di wilayahnya memang cukup signifikan memberikan kontribusi atas peningkatan dana PMI. Hal  ini terlihat dari terlampauinya target yang ditetapkan setiap tahun. 

"Adanya penambahan dana PMI dari sektor pariwisata ini tentu akan membuka ruang lebih besar bagi rekan-rekan dalam menjalankan fungsinya. Khususnya di dalam melengkapi peralatan yang terbilang mahal di PMI, " ujar Rendra. 

Rendra melanjutkan,  kondisi peralatan yang sangat dibutuhkan di PMI adalah alat-alat untuk pengambilan dan pengujian darah dari para pendonor. Seperti diketahui,  untuk alat-alat tersebut. harganya relatif mahal dengan kebutuhan yang terbilang banyak. 

Misalnya,  alat tes penggolongan darah Reagen dengan harga per pak sebesar Rp 200 ribu. "Untuk pengambilan darah sebanyak seribu orang saja,  membutuhkan dana dua ratus juta rupiah. Padahal kita memiliki pendonor darah tetap 12 ribu orang," terang Rendra. 

Selain itu,  kebutuhan peralatan untuk membuat darah steril dan kualitasnya terjaga juga membutuhkan alat canggih dengan alat yang terbilang mahal. "Untuk alat ini, harganya bisa sampai Rp 200 juta lebih, " imbuh Rendra. 

Dengan berbagai kebutuhan tersebut,  tentunya menjadi prioritas bagi PMI untuk memenuhinya. Maka,  adanya penambahan dana PMI tersebut bisa menjadikan peralatan penting di PMI bisa tercukupi. 

"Ini masih banyak sebenarnya yang dibutuhkan PMI. Kita terus untuk memenuhinya,  baik melalui pengadaan maupun dengan cara pinjam pakai alat yang ada di Dinas Kesehatan, " pungkas Rendra. (*)

 


Pewarta : Nana
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Alfin Fauzan

Top