Social Media

Share this page on:

Hape Masuk Kolam, Siswa SMP Ikut Nyemplung hingga Tewas

13-03-2018 - 09:00
Pihak kepolisian ketika melakukan olah TKP di lokasi.
Pihak kepolisian ketika melakukan olah TKP di lokasi.

Peristiwa memilukan terjadi di kolam angsa Perumahan Pakuwon Indah Villa Bukit Regency, Kecamatan Sambikerep, Surabaya. Seorang siswa SMP tewas karena nyemplung di kolam. Dan penyebab dari semua itu karena handphone yang terjatuh di kolam tersebut.

Korban bernama Tomi Oktavian, 15. Dia merupakan pelajar SMP kelas VIII. Warga Pakis Tirto Sari, Gang 10, Kecamatan Sawahan, ini ditemukan meninggal Senin (12/3) sore jelang magrib.

Peristiwa itu berawal dari korban yang main ke kolam bersama teman-temannya. Ketika itu, dia baru saja pulang sekolah. Tomi pergi ke kolam mengendarai motor bersama dengan lima orang temannya.

Mereka berenam lalu selfie. Ketika itu, handphone yang digunakan adalah milik temannya yang bernama Aryen.

Sial, hape milik Aryen itu kemudian terjatuh ke kolam. Aryen lalu coba mencari dengan memasukkan tangannya. Namun dia terpeleset hingga terjatuh masuk ke kolam.

Karena tidak bisa berenang, Aryen lalu minta tolong. Dia mengibas-ngibaskan tangannya. Hingga kemudian, ada temannya yang bernama Maulana Luthfi berusaha menarik tangan Aryen.

Tapi Luthfi gagal mengangkat Aryen hingga dia ikut terjatuh di dalam kolam. Nah, melihat dua temannya jatuh dalam kolam ini, korban Tomi tidak tinggal diam. Dia nekat ikut menceburkan diri. Padahal, dia sama sekali tidak bisa berenang.

Saat ada tiga kawannya di dalam kolam ini, Zakaria seorang siswa lain juga nekat ikut nyemplung. Tapi tetap dia tidak berhasil.

Baru ketika siswa bernama Wahyu masuk ke kolam, korban terjatuh pertama Aryen berhasil dibawa naik. Namun di kolam masih ada tiga teman lainnya. Yaitu, Luthfi, Zakaria dan Tomi.

Saat itu dua teman tersisa Gilang dan Aldi berusaha mencari pertolongan lain. Yakni, dengan memberi tahu Adi Sutikno, pihak keamanan setempat.

Adi Sutikno saat itu berhasil membawa Luthfi dan Zakaria naik ke atas kolam. Tapi dia tidak berhasil mencari korban Tomi yang hilang tidak terlihat.

Oleh Adi, pencarian terus dilakukan. Hingga 30 menit kemudian, Tomi berhasil diangkat dari dasar kolam. Sayang, nyawanya ketika itu tidak tertolong.

Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Lily Djafar mengatakan kasus itu sudah ditangani pihak Polsek Lakarsantri. Pihak polsek sudah memeriksa saksi-saksi. "Ada tujuh orang saksi yang dimintai keterangan," ujarnya.

Dia melanjutkan pihaknya sudah melakukan olah TKP di sana dengan melibatkan unit identifikasi. "Lalu kami menghubungi orang tua dari para siswa tersebut, termasuk korban," imbuhnya. (*)


Pewarta : M. Bahrul Marzuki
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Surabaya TIMES (Jatim Times Network)

Top