Social Media

Share this page on:

Pengembangan Bawang Putih Dimulai, Batu Siapkan Ratusan Hektare Lahan

13-03-2018 - 09:20
Bawang putih yang dijual di unit sayur Pasar Besar Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Bawang putih yang dijual di unit sayur Pasar Besar Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

  Wacana keinginan Pemkot Batu untuk mengembangkan pertanian bawang putih akhirnya terlaksana. Maret ini Dinas Pertanian Kota Batu telah mengembangkan pertanian bawang putih seluas tujuh hektare di empat titik.

Empat titik itu antara lain di Desa Sidomulyo, Desa Bulukerto, Desa Tulungrejo, dan Desa Sumber Brantas. Selanjutnya pada April dan Mei mendatang, seluas 50 hektare siap ditanami bawang putih di Desa Tulungrejo dan Sumber Brantas.

iklan

Kepala Dinas Pertanian Batu Sugeng Pramono mengatakan penanaman bawang putih itu akan terus dikembangkan. Ke depan target pengembangan bawang putih ini hingga 125 hektare. "Sehingga Kota Batu akan memenuhi pasokan kecukupan benih bawang putih pada tahun ini," ungkap Sugeng, Selasa (13/3/2018).

Ia menambahkan sebelumnya selama ini di Kota Batu memang ada beberapa petani yang sudah menanam bawang putih. Tapi hasilnya untuk dikonsumsi sendiri, bukan untuk dijual.

Mengapa petani Batu tidak berani menjual bawang putih? Sebab, petani masih trauma karena dulu ada impor sehingga harga anjlok hingga Rp 2 ribu per kilogram.

Menurut dia, hal tersebut tidak akan terulang kembali. Sebab, bibit sudah diberikan oleh Pemkot Batu. Ditunjang dengan tingkat kesuburannya, lahan-lahan itu cukup bagus untuk mengembangkan bawang putih di Kota Batu. "Bawang putih kalau dikembangkan di Kota Batu itu bagus. Karena itu, kami ingin memulai kembali," imbuhnya.

Dari luas 125 hektare lahan yang nantinya ditanami bawang putih, diperkirakan hasil panennya mencapai 625 ton. Sebab, setiap hektare bisa menghasilkan 5 ton bawang putih dalam waktu tiga bulan. (*)


Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Alfin Fauzan
Sumber : Batu TIMES (Jatim TIMES Network)

Top