Social Media

Share this page on:

Kembali Tanah Longsor Hantam Wagir, Dua Warga Terluka

13-03-2018 - 13:22
Longsor yang terjadi di Desa Petung Sewu, Wagir yang terjadi Rabu (13/03) dini hari. Warga, perangkat desa, relawan dan koramil bahu membahu membersihkan material longsoran. (BPBD for MalangTIMES)
Longsor yang terjadi di Desa Petung Sewu, Wagir yang terjadi Rabu (13/03) dini hari. Warga, perangkat desa, relawan dan koramil bahu membahu membersihkan material longsoran. (BPBD for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Bencana alam longsor kembali menerpa wilayah Kabupaten Malang. Tepatnya di Desa Petung Sewu, Kecamatan Wagir sekitar pukul 00.30 WIB, Rabu (13/03) dini hari. 

Curah hujan yang masih terus menerpa wilayah Kabupaten Malang menjadi faktor pemicu terjadinya longsor yang mengakibatkan dua warga terluka. Seperti yang dilaporkan oleh Prayit relawan PMI. 

iklan

"Dari informasi tadi pagi, longsor membuat dua warga terluka kakinya terkena barong bambu yang terbawa saat kejadian," kata Prayit, Selasa (13/03). 

Dua warga yang terkena barong bambu yang dibawa longsor bernama Saropah (65) dan Sodi Kunil (26) mengalami luka-luka di kaki. Akses jalan pun tertutup saat kejadian sampai pagi hari,  sebelum relawan PMI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), perangkat desa, masyarakat dan anggota koramil kerja bakti membersihkan material longsoran.

"Sampai pukul 07.15 WIB jalan yang tertutup material longsor sudah bisa dilewati kembali. Seluruh elemen bergotong royong untuk membersihkannya," ujar Prayit.  

Di kesempatan berbeda, Kepala BPBD Kabupaten Malang membenarkan adanya kejadian longsor yang terjadi di Petung Sewu, Wagir.  Bambang Istiawan menyampaikan, kondisi sampai saat ini sudah teratasi dengan baik di lapangan. 

"Alhamdulillah sudah tertangani. Setelah kejadian,  pagi harinya seluruh elemen kerja bakti di lokasi," ujarnya. 

Disinggung potensi longsor di wilayah lainnya, Bambang menegaskan, sampai saat ini relatif aman dan terkendali. "Longsor di wilayah lain terkendali. Insyallah aman, kita terus memantau lokasi-lokasi rawan bencana bersama elemen lainnya," pungkasnya. 


Pewarta : Nana
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Alfin Fauzan

Top