Social Media

Share this page on:

Cukup Bawa Android, Informasi Benda Purbakala di Museum Mpu Purwa Bisa Dibawa Pulang

13-03-2018 - 19:21
Pengunjung sedang me-scan QRCode di salah satu koleksi arca di Museum Mpu Purwa Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Pengunjung sedang me-scan QRCode di salah satu koleksi arca di Museum Mpu Purwa Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kecanggihan teknologi bisa membuat benda-benda purbakala menjadi lebih hidup. Misalnya seperti inovasi yang diterapkan di Museum Mpu Purwa Kota Malang. Bermodal konsep kekinian, museum yang berlokasi di Jalan Soekarno Hatta No 210, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru itu tidak lagi terkesan jadul alias kuno. 

Apalagi, selama ini kesan sebagian orang terhadap museum masih dipandang sebagai lokasi wisata yang ketinggalan zaman. Terutama karena benda-benda yang ada di dalamnya rata-rata telah berusia ratusan bahkan ribuan tahun. Namun, konsep penyajian data dan konsep tata letak koleksi Museum Mpu Purwa di bawah pengelolaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang ini bisa dibilang cukup baru. 

iklan

Pengunjung tidak perlu repot untuk mengetahui informasi dari seluruh koleksi yang ada di dalam museum. Cukup bermodal handphone dengan sistem operasi android, seluruh keterangan dan sejarah benda-benda purbakala di sana bisa dipelajari dengan mudah di layar. 

Kepala Seksi Promosi Pariwisata Disbudpar Kota Malang Agung H Bhuwana mengungkapkan, saat ini semua koleksi patung maupun prasasti yang ada di dalam museum telah dilengkapi dengan barcode atau yang disebut dengan QRCode. "Pengunjung tinggal men-scan QRCode yang dipasang di masing-masing patung untuk mendownload informasi sejarahnya," ujar Agung. 

Pengunjung pun hanya perlu menginstall aplikasi QR Reader di Playstore maupun Appstore yang ada di masing-masing smartphone secara gratis. Hal tersebut, lanjut Agung, diharapkan bisa memudahkan pengunjung untuk mendapat informasi terkait benda yang ada di museum. "Koleksi (di museum) memang jadul, usia sudah ribuan tahun. Namun kami ingin menampilkan agar lebih segar, yaitu dengan memanfaatkan teknologi," tambahnya. 

Selain penggunaan QRCode, museum tersebut sudah direvitalisasi dengan berbagai sentuhan teknologi lain. Misalnya, mengaplikasikan teknologi tata cahaya untuk menimbulkan kesan fresh dan tidak suram. Selanjutnya yakni pemanfaatan multimedia. Saat ini setidaknya ada enam layar multimedia yang ada di dalam museum guna menampilkan informasi kepada pengunjung.

Agung mengungkapkan, inovasi ini bukan merupakan instruksi dari pemerintah. Melainkan murni ide dari Disbudpar Kota Malang. "Itu merupakan salah satu inovasi yang ditampilkan oleh museum Mpu Purwa untuk menampilkan dari sesuatu yang kuno menjadi sesuatu yang baru. Pelayanan tetap kekinian, tapi koleksinya tentang masa lampau," papar dia.

Dia mengungkapkan, saat ini sudah memasuki zaman era digital. Jadi, dengan adanya inovasi ini bisa mempermudah pengunjung museum untuk mendapatkan informasi. "Jadi dengan men-scan, harapannya bisa memudahkan untuk dapatkan informasi. Tidak hanya tertulis, tetapi juga ada di HP (handphone)," lanjutnya.

Pemasangan barcode ini sudah ada sejak tahun 2017 lalu, tepatnya sejak revitalisasi museum selesai dilakukan. Museum Mpu Purwa sendiri saat ini mempunyai total 212 koleksi, baik patung maupun prasasti. Dan seluruh koleksi telah dipasang barcode.

"Tidak semua (koleksi) ditampilkan, hanya yang mewakili zamannya. Koleksi nantinya akan di-rolling agar pengunjung tidak bosan," terangnya. Dia mengungkapkan, rata-rata koleksi museum Mpu Purwa berusia lebih dari 1000 tahun. Sementara koleksi paling banyak yakni berasal dari peninggalan zaman kerajaan Singosari, Kanjuruhan, dan Tumapel.


Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : A Yahya
Publisher : bayu pradana

Top